Ilustrasi pekerja. (Unsplash/Khang Nguyen)
LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi. Program ini diproyeksikan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menekan angka pengangguran di Lampung.
Komitmen tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).
Rapat mengevaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan serta membahas peluang kerja sama pendidikan vokasi ke Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.
Baca juga: Peluang Emas ke Jepang: 2.658 Pelajar Lampung Sudah Ikut Program Migran Vokasi
Dalam pembahasan dijelaskan, Korea Selatan saat ini menghadapi penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil sekaligus mahasiswa internasional.
Pemprov Lampung membahas program Kelas Migran Vokasi peluang ke Korea Selatan. (Pemprov Lampung)
Melalui kebijakan Study Korea 300K, pemerintah Korea Selatan membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus bekerja secara legal selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kerja sama tersebut membuka peluang bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Lampung untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional, meningkatkan kompetensi global, hingga membangun karier profesional di Korea Selatan.
Baca juga: Perwakilan dari Jepang Tinjau Kelas Vokasi Migran di SMKN 4 Bandar Lampung
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA sederajat, namun hanya sekitar 45 ribu yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan program pendidikan dan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan pasar kerja global.
"Harapan kita bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kita akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan," ujar Jihan.
Ia menilai pengembangan Program Kelas Migran Vokasi dapat menjadi salah satu strategi untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.
Baca juga: Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, 8.500 Siswa Tertarik
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan