Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:13 WIB

Peluang Emas ke Jepang: 2.658 Pelajar Lampung Sudah Ikut Program Migran Vokasi

Peluang Emas ke Jepang: 2.658 Pelajar Lampung Sudah Ikut Program Migran VokasiWakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat meninjau kelas migran vokasi di SMK Negeri 4 Bandar Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat implementasi Program Kelas Migran Vokasi Jepang sebagai langkah strategis membuka akses kerja luar negeri bagi pelajar SMA/SMK di Provinsi Lampung.

Dalam rangka memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meninjau langsung pelaksanaan di SMKN 4 Bandar Lampung, Senin (17/11/2025). 

Program ini menjadi salah satu program unggulan Pemprov Lampung dimana Lampung menjadi provinsi pertama (pilot project) yang mewujudkan Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, secara nasional. 

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) progam ini dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 30 Juli 2025 yang lalu.

Selain membuka akses, program ini juga bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Provinsi Lampung sesuai dengan salah satu misi Gubernur Mirza, yaitu Memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif.

Baca juga: Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, 8.500 Siswa Tertarik

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya terhadap semangat para siswa yang mengikuti kelas migran. 

Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan bahasa, tetapi jembatan yang membuka peluang kerja bagi generasi muda Lampung.

“Saya senang sekali kelas Migran Vokasi sudah berjalan di beberapa sekolah. Di SMK 4 ini saya melihat langsung bagaimana siswa antusias mengikuti pelatihan,” ujarnya. 

Wagub Jihan menekankan bahwa banyak siswa memiliki harapan besar untuk bisa bekerja atau melanjutkan karier ke Jepang, sehingga keberadaan program ini harus mampu mengakomodasi aspirasi tersebut.

Wagub Jihan juga menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi saat ini, yaitu keterbatasan sensei atau tenaga pengajar bahasa Jepang. 

Baca juga: Kemenag Lampung Ajarkan Pelajar Wujudkan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama

Ia menyebut pemprov sedang mengejar pemenuhan kebutuhan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.

"Kami sedang koordinasi dengan universitas-universitas, termasuk dengan Universitas Indonesia, untuk menjajaki sinergi dan kolaborasi agar kebutuhan pengajar dapat terpenuhi,” ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Peluang Emas ke Jepang: 2.658 Pelajar Lampung Sudah Ikut Program Migran Vokasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!