Menara Siger ikon Provinsi Lampung. (ASDP)
LAMPUNG - Pernahkah Anda bertanya mengapa Lampung dikenal sebagai gerbang Pulau Sumatera dan memiliki identitas budaya yang begitu kuat hingga dijuluki Sai Bumi Ruwa Jurai? Di balik pesatnya pembangunan dan keindahan alamnya saat ini, Provinsi Lampung menyimpan sejarah panjang yang dimulai sejak masa kerajaan kuno, era kolonial Belanda, hingga perjuangan masyarakatnya untuk menjadi provinsi yang berdiri sendiri.
Menelusuri sejarah Provinsi Lampung bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga memahami akar budaya dan jati diri masyarakat yang membentuk wajah Lampung modern saat ini.
Sebagai provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, Lampung memiliki posisi strategis yang sejak dahulu menjadi jalur perdagangan penting antara Jawa dan Sumatera. Letak geografis tersebut membuat wilayah ini menjadi tempat bertemunya berbagai kebudayaan, etnis, dan peradaban yang meninggalkan jejak sejarah hingga sekarang.
Jika merujuk pada Buku Sejarah Daerah Lampung yang diterbitkan Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Lampung pada 1997/1998, terdapat tiga versi asal-usul nama Lampung.
Teori ini berasal dari catatan musafir Tiongkok abad ke-7, I-Tsing, yang menyebut nama To-lang-po-hwang.
Suatu teori menarik dikemukakan oleh Hilman Hadikusuma, S.H., seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, dalam Seminar Sejarah Lampung tahun 1976, yang mengemukakan sebagai berikut:
Kata To-lang-po-hwang dapat dieja atas kata To yang berarti orang dalam bahasa Toraja, sedangkan kata lang-Po-hwang adalah kepanjangan dari kata Lampung. Jadi, To-lang-po-hwang berarti orang Lampung. Sehingga ada hubungan erat antara kedua kata tersebut terhadap asal-usul orang Lampung.
Di dalam buku karangan Dr. R. Broersma De Lampongsche Districten (1916) ditulis bahwa Residen Lampung pertama, J.A. Du Bois (1829–1834), pernah membaca sebuah buku berjudul Sejarah Majapahit milik seorang Indonesia di Teluk Betung yang disimpannya sebagai azimat.
Di dalam buku tersebut diterangkan bahwa Tuhan menurunkan manusia pertama ke bumi bernama Sang Dewa Sembahan dan Widodari Simuhun. Mereka inilah yang menurunkan Si Jawa, Ratu Majapahit; Si Pasundan, Ratu Pajajaran; dan Si Lampung, Ratu Balau.
Kata Lampung berarti op het water drijven (terapung di atas air).
Di kalangan penduduk Lampung sub-suku Pubian masih dipercaya mitos bahwa nenek moyang mereka adalah Poyang Si Lampung. Dari kata inilah Lampung berasal.
Teori ketiga mengenai asal-usul orang Lampung berasal dari legenda yang berkembang di daerah Tapanuli.
Dikisahkan bahwa pada masa yang lampau telah terjadi letusan gunung berapi yang dahsyat yang menyebabkan terbentuknya Danau Toba sekarang. Ketika gunung itu meletus, ada empat orang bersaudara yang berusaha menyelamatkan diri dengan meninggalkan Tapanuli dan berlayar menggunakan rakit.
Salah satu dari keempat saudara tersebut bernama Ompung Silamponga. Ia terdampar di Krui, kemudian naik ke dataran tinggi yang sekarang disebut Dataran Tinggi Belalau atau Sekala Brak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber