Ilustrasi toko online. (Pexels/Nataliya Vaitkevich)
LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan Toko Tapis, marketplace lokal yang dirancang untuk memperkuat ekonomi daerah melalui digitalisasi pemasaran produk unggulan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Peluncuran dilakukan bersama BUMD PT Wahana Raharja (Perseroda) dan platform digital MBizmarket dalam kegiatan Launching dan Sosialisasi Toko Tapis di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (25/6/2026).
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setdaprov Lampung, Liza Derni, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam pengembangan ekonomi daerah.
"Transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Daerah harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkuat ekonomi rakyat dan meningkatkan daya saing produk lokal," ujar Liza.
Baca juga: Nobar Piala Dunia 2026 di PKOR Way Halim Diserbu Warga, UMKM Ikut Terdongkrak
Menurutnya, kehadiran Toko Tapis menjadi langkah untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, mulai dari keterbatasan akses pasar, promosi, pembiayaan, hingga adaptasi terhadap perdagangan digital.
Padahal, Lampung memiliki banyak produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Namun, produk-produk tersebut masih membutuhkan saluran pemasaran yang lebih kuat, terintegrasi, dan mudah diakses masyarakat.
"Toko Tapis bukan sekadar platform perdagangan digital, tetapi juga etalase peradaban ekonomi lokal yang membawa identitas Lampung ke ruang yang lebih luas," kata Liza membacakan sambutan Gubernur.
Baca juga: Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Dibeli, dari Keripik Pisang, Kopi hingga Kain Tapis
Nama Toko Tapis dipilih sebagai simbol identitas daerah. Kain tapis yang menjadi warisan budaya Lampung dinilai merepresentasikan nilai kreativitas, ketekunan, dan kebanggaan masyarakat Lampung.
Peluncuran Toko Tapis di Pemprov Lampung. (Pemprov Lampung)
Melalui marketplace ini, berbagai produk unggulan daerah akan dipasarkan secara digital, mulai dari kain tapis, kerajinan tangan, kopi, kuliner, produk pertanian, produk olahan, fesyen, hingga hasil karya ekonomi kreatif generasi muda Lampung.
Pemerintah berharap platform tersebut dapat menjadi wadah yang mempertemukan produsen lokal dengan konsumen secara lebih luas, sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
Baca juga: Daftar Kerajinan Khas Lampung yang Cocok Dijadikan Oleh-Oleh
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan