Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 10:52 WIB

Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, 8.500 Siswa Tertarik

Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK SMA, 8.500 Siswa TertarikMenteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Provinsi Lampung menjadi provinsi pertama (pilot project) yang mewujudkan program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA secara nasional.

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) progam ini dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Penandatangan MoU dilakukan di Gedung Bagas Raya Bandar Lampung, Rabu (30/7/2025) kemarin.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengapresiasi langkah inovatif Gubernur Mirza yang menjadi pelopor kelas migran di tingkat nasional.

Dia menyebut program ini sebagai solusi konkret untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, melalui skema migrasi kerja legal yang terampil dan terencana.

“Ini bukan hanya tentang bekerja di luar negeri, tetapi tentang transformasi kualitas anak-anak bangsa. Ada lima manfaat utama, pengalaman kerja global, peningkatan keterampilan, jejaring internasional, menjadi duta bangsa, dan tentu saja peningkatan kesejahteraan keluarga,” kata Abdul Kadir.

Baca juga: 5.469 PPPK di Lingkungan Pemprov Lampung Dilantik, Diminta Kerja Optimal

Dia juga menjelaskan tengah mengembangkan konsep hutan konservasi produktif sebagai alternatif pekerjaan berbasis lingkungan di dalam negeri bagi yang tidak berminat bekerja ke luar negeri.

Program ini didukung oleh 44 guru bahasa Jepang yang disiapkan untuk membekali ribuan siswa di seluruh Lampung.

Menteri juga mengingatkan pentingnya keberangkatan yang legal, aman, dan terjamin kesejahteraannya bagi setiap pekerja migran.

Baca juga: Pemprov Minta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Lampung Berkontribusi Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengapresiasi dukungan semua pihak terhadap inisiatif kelas migran vokasi.

Dia menyoroti bonus demografi yang tengah dihadapi Provinsi Lampung dan rendahnya angka lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi hanya sekitar 21 persen dari 110 ribu lulusan setiap tahunnya.

“Artinya, hampir 90 ribu lulusan setiap tahun langsung masuk dunia kerja atau menganggur. Ini menjadi tantangan bersama. Maka, Kelas Migran Vokasi menjadi solusi agar mereka mendapat akses pelatihan, sertifikasi, dan kesempatan kerja yang nyata, khususnya ke Jepang yang sangat membutuhkan tenaga kerja terampil,” kata Mirza.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, 8.500 Siswa Tertarik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!