Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 JULI 2026 • 18:51 WIB

Bappenas Dukung Lampung Bangun Kawasan Industri Pangan

Bappenas Dukung Lampung Bangun Kawasan Industri PanganGubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menerima kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung mendapat dukungan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian melalui pengembangan kawasan industri pangan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Dukungan tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Rahmat Pambudy di Kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/7/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan sekitar 70 persen penduduknya bekerja di sektor pertanian.

Menurutnya, perekonomian Lampung sangat bergantung pada sektor pertanian karena tidak memiliki sumber daya tambang maupun minyak dalam skala besar.

Baca juga: Limbah Pertanian di Lampung Akan Diolah Jadi Sumber Energi

Lampung saat ini tercatat sebagai produsen padi terbesar keenam nasional, jagung terbesar kelima nasional, penghasil utama ubi kayu yang memasok sekitar 70 persen kebutuhan tapioka Indonesia, serta produsen nanas yang menyumbang sekitar 23 persen produksi dunia. Selain itu, Lampung juga menjadi sentra pisang, tebu, kopi, kakao, lada, karet, kelapa sawit, hingga peternakan.

Meski memiliki potensi besar, Gubernur Mirza menilai masih banyak komoditas yang dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambahnya dinikmati di luar daerah.

"Bagaimana sisa komoditas yang belum dihilirisasi ini dapat diolah di Lampung. Karena itu, dibutuhkan kawasan industri pangan agar nilai tambah tetap berada di daerah," ujarnya.

Desa Jadi Pusat Hilirisasi Pertanian

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza memaparkan sejumlah program prioritas untuk mempercepat transformasi ekonomi desa.

Program tersebut meliputi pembangunan fasilitas produksi pupuk hayati cair di 2.500 desa, pembangunan dryer hasil pertanian di 500 desa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi, hingga penguatan hilirisasi komoditas melalui Program Desa Ku Maju.

Baca juga: Peringkat 4 Nasional! Itera Targetkan Satu Paten per Prodi, Perkuat Hilirisasi Riset Jadi Produk Ekonomi

Melalui program tersebut, pemerintah daerah ingin mendorong agar hasil pertanian tidak lagi dijual sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah langsung di tingkat desa.

Selain itu, pengembangan komoditas singkong juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas unggul, peningkatan kadar pati, penerapan teknologi budidaya, serta penguatan kemitraan antara petani dan industri.

Bappenas Nilai Hilirisasi Pertanian Jadi Kunci

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudy menyambut positif berbagai usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bappenas Dukung Lampung Bangun Kawasan Industri Pangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!