LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung mengakselerasi modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau pemanfaatan teknologi drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/2026).
Dalam dialog bersama kelompok tani, Mirza mengapresiasi keberhasilan penerapan POC hayati cair yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Berdasarkan data yang disampaikan, produksi gabah di lahan sawah seluas sekitar 1.000 hektare meningkat dari 5.000 ton menjadi 7.000 ton atau naik sekitar 40 persen.
"Jika diterapkan di seluruh lahan 1.000 hektare, produksi yang sebelumnya 5.000 ton kini menjadi 7.000 ton. Ada tambahan pendapatan yang dapat dinikmati petani di desa ini," ujar Mirza.
Baca juga: Bulog Lampung Serap 101 Ribu Ton Gabah Petani, Capai 25,58 Persen Target 2026
Melihat peningkatan produktivitas tersebut, Pemprov Lampung mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun atau IP300.
Gubernur meminta dinas terkait, pemerintah kabupaten, hingga aparat desa memperkuat sinergi untuk memastikan target percepatan tanam dapat tercapai.
Menurutnya, peningkatan frekuensi tanam akan berdampak langsung terhadap kenaikan produksi pangan sekaligus pendapatan petani.
Dalam pertemuan tersebut, petani juga menyampaikan kendala serangan hama tikus yang masih menjadi ancaman bagi produktivitas pertanian.
Baca juga: Komoditas Bawang Putih Mulai Dikembangkan Petani di Lampung Barat
Menanggapi hal itu, Pemprov Lampung menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang melalui distribusi bantuan belerang untuk pengendalian darurat serta pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai metode pengendalian hama alami.
"Tahun ini kita upayakan tiga kali panen. Untuk pengendalian tikus akan dibantu melalui Rubuha dan belerang. Yang penting tetap kompak dan manfaatkan teknologi yang sudah ada," kata Mirza.
Perwakilan petani Desa Pangkal Mas menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui penerapan pupuk hayati cair yang dinilai mampu menekan biaya produksi secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan