Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 JULI 2026 • 09:00 WIB

Lampung Bidik Jadi Pusat Kakao Premium Dunia

Lampung Bidik Jadi Pusat Kakao Premium DuniaIlustrasi kakao. (Unsplash/Perry Stevens)
LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mulai mematangkan pembangunan Kawasan Industri Kakao sebagai langkah memperkuat hilirisasi pertanian. Proyek ini tidak hanya ditargetkan meningkatkan nilai tambah komoditas kakao, tetapi juga membuka peluang Lampung menjadi pusat kakao premium dunia sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat pengembangan Kawasan Industri Kakao yang dipimpin Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Pemprov Lampung, PT Mitra Agro Usaha Perkebunan (MAUP), dan PT Buhler Indonesia di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (21/7/2026).

Hilirisasi untuk Tingkatkan Pendapatan Petani

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan industri pengolahan kakao menjadi langkah strategis agar komoditas unggulan Lampung tidak lagi hanya dijual sebagai bahan baku.

Menurutnya, hilirisasi harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani, melalui peningkatan harga jual hasil panen, penciptaan lapangan kerja, serta tumbuhnya industri pengolahan di daerah.

Mirza menilai pembangunan kawasan industri ini sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Lampung yang tengah mendorong transformasi ekonomi dari penjualan komoditas mentah menuju produk bernilai tambah.

Baca juga: Pemprov Lampung Gandeng PT Olam Perkuat Hilirisasi Kakao

Kakao Lampung Dinilai Berkelas Dunia

Managing Director PT Buhler Indonesia, Philip de Mayer, mengatakan Lampung memiliki potensi besar menjadi pusat industri kakao premium karena memiliki karakter cita rasa yang khas.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman Buhler mendampingi industri kakao di berbagai negara, kakao asal Lampung memiliki flavour profile yang lebih kuat dibanding sejumlah daerah penghasil kakao lainnya di Indonesia.

Namun, ia menilai tantangan terbesar saat ini masih berada pada terbatasnya kapasitas pengolahan pascapanen.

Selama ini, sebagian besar nilai ekonomi kakao justru dinikmati daerah lain karena proses hilirisasi dilakukan di luar Lampung.

Philip menjelaskan Buhler tidak hanya menyediakan teknologi pengolahan, tetapi juga mendukung transfer teknologi, riset dan pengembangan, peningkatan kualitas produk, hingga pelatihan sumber daya manusia agar industri yang dibangun mampu menghasilkan produk berstandar internasional.

Ia bahkan menyebut proyek tersebut berpotensi menjadi fasilitas pengolahan kakao organik single origin pertama di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu yang masih sangat sedikit di dunia.

Baca juga: Lampung In Diperkuat Jadi Kanal Pengaduan Masyarakat

Harga Kakao Petani Ditargetkan Naik 25 Persen

Founder PT Mitra Agro Usaha Perkebunan (MAUP), Tomy Andrianto, mengatakan pembangunan kawasan industri merupakan puncak dari pengembangan ekosistem kakao yang telah dilakukan perusahaan bersama petani sejak 2012.

Saat ini telah terbentuk jaringan sekitar 10.000 petani yang mengelola 10.000 hektare kebun kakao menggunakan klon unggul hasil pengembangan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Lampung Bidik Jadi Pusat Kakao Premium Dunia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!