Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 JULI 2026 • 14:17 WIB

Itera Siapkan 62 Paten untuk Dikomersialkan ke Industri

Itera Siapkan 62 Paten untuk Dikomersialkan ke IndustriRektor Itera Prof. Elfahmi. (Itera)

LAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) mempercepat komersialisasi hasil riset dosen dan mahasiswa dengan menyiapkan 62 paten yang berpotensi masuk ke dunia industri. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi inovasi agar penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi produk yang memberi nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor Itera, Prof. Elfahmi, saat membuka Workshop Transfer Teknologi yang diselenggarakan Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Itera. Kegiatan itu juga menghadirkan Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Edi Hilmawan.

Rektor Itera Prof. Elfahmi mengatakan arah pengembangan riset di kampus kini difokuskan pada penelitian yang menghasilkan produk inovatif dan dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha maupun industri.

Menurutnya, hilirisasi hasil penelitian menjadi strategi penting untuk memperkuat daya saing bangsa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Penelitian di Itera sudah berkembang dan memperoleh pendanaan dari berbagai sumber. Ke depan, kami ingin memastikan riset tersebut menghasilkan produk yang dapat dikomersialkan sehingga mampu menopang perekonomian Indonesia," ujar Prof. Elfahmi.

Ia menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan menjadi fondasi lahirnya inovasi yang memiliki nilai ekonomi. Dengan kompetensi yang kuat, dosen dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan riset yang implementatif dan siap diterapkan di masyarakat.

Baca juga: Peringkat 4 Nasional! Itera Targetkan Satu Paten per Prodi, Perkuat Hilirisasi Riset Jadi Produk Ekonomi

Itera Miliki 62 Paten Berpotensi Dikomersialkan

Sementara itu, Kepala LPMPP Itera, Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, mengungkapkan saat ini Itera memiliki sekitar 700 dosen dan lebih dari 22.000 mahasiswa.

Melalui Pusat Implementasi Inovasi (PII), kampus telah mengidentifikasi 62 paten yang berpotensi dikomersialkan. Selain itu, pada 2026 sebanyak enam invensi Itera berhasil memperoleh pendanaan untuk mempercepat proses hilirisasi.

Data tersebut menunjukkan semakin banyak hasil riset di Itera yang memiliki peluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat dan industri.

BRIN: Banyak Paten Berhenti di Laboratorium

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Edi Hilmawan, menilai hasil penelitian akan kehilangan nilai apabila tidak mampu menjawab kebutuhan industri.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia riset dengan kebutuhan pasar.

Baca juga: Itera Tawarkan 42 Hektare Lahan Komersial, Bidik Investor Masuk Lampung

Edi mengungkapkan dari sekitar 6.000 paten yang dimiliki BRIN, baru sekitar 170 paten atau 3–4 persen yang telah berhasil dilisensikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Itera Siapkan 62 Paten untuk Dikomersialkan ke Industri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!