Tugu Adipura atau Bundaran Gajah, Bandar Lampung. (Wikipedia.)
LAMPUNG - Bandar Lampung dikenal sebagai ibu kota Provinsi Lampung dengan perkembangan kawasan perkotaan yang pesat. Di balik pertumbuhan tersebut, setiap kecamatan memiliki karakteristik geografis yang berbeda-beda.
Ada kecamatan dengan wilayah yang sangat luas, tetapi ada pula yang memiliki luas area relatif kecil namun menjadi pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, hingga jasa. Lantas, kecamatan mana saja yang memiliki wilayah paling sempit di Bandar Lampung?
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung, terdapat lima kecamatan dengan luas wilayah terkecil di antara 20 kecamatan yang ada. Meski memiliki area yang tidak terlalu luas, kecamatan-kecamatan ini justru menjadi kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi.
Berikut ulasan lengkap mengenai Kecamatan Terkecil di Bandar Lampung, mulai dari luas wilayah, kepadatan penduduk, hingga karakteristik dan potensi ekonominya.
Baca juga: Fakta Geografis: Daftar 5 Kecamatan Terluas yang Ada di Bandar Lampung
Peta Kecamatan di Bandar Lampung. (Wikipedia)
Mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandar Lampung dalam publikasi Kota Bandar Lampung Dalam Angka 2025, luas wilayah Kota Bandar Lampung mencapai sekitar 183,77 kilometer persegi yang terbagi menjadi 20 kecamatan.
Berikut lima kecamatan dengan wilayah paling kecil berdasarkan luas daerah.
Peringkat Kecamatan Luas Wilayah
Kelima kecamatan tersebut memiliki luas wilayah yang jauh lebih kecil dibandingkan kecamatan seperti Sukabumi maupun Kemiling. Namun, lokasinya yang strategis menjadikan kawasan-kawasan tersebut berkembang sebagai pusat permukiman, perdagangan, pemerintahan, pendidikan, dan layanan publik.
Tanjung Karang Timur menjadi kecamatan terkecil di Bandar Lampung dengan luas hanya sekitar 2,07 kilometer persegi.
Meski wilayahnya paling sempit, kecamatan ini memiliki kepadatan penduduk yang tinggi karena didominasi kawasan permukiman dan aktivitas perdagangan. Letaknya yang berada di pusat kota membuat kebutuhan lahan sangat besar, sementara ruang yang tersedia terbatas.
Selain menjadi kawasan hunian, Tanjung Karang Timur juga memiliki berbagai fasilitas pendidikan, perdagangan, dan pelayanan masyarakat yang menunjang aktivitas warga sehari-hari.
Posisi kedua ditempati Kecamatan Enggal dengan luas 2,78 km².
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS