Jumat, 10 JULI 2026 • 13:54 WIB

Pemprov Lampung Latih 528 Warga Desa, Siapkan SDM Unggul dan Wirausaha Baru

Author

Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026 yang menjangkau 33 desa di 13 kabupaten/kota.

Program berbasis Mobile Training Unit (MTU) ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja terampil sekaligus menciptakan wirausaha baru di desa.

Pelatihan yang digelar di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Kamis (9/7/2026) lalu merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Jihan: Vokasi Harus Melahirkan Pencipta Lapangan Kerja

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan pelatihan vokasi tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kritis melalui pendekatan design thinking agar masyarakat mampu menciptakan solusi atas persoalan di lingkungannya.

"Adanya program vokasi melalui semangat design thinking ini, kita harapkan ke depan teman-teman di desa-desa ini bisa melakukan pemecahan masalah by human center atau melalui pendekatan manusia yang mana tentu akan berbeda jika kita melakukan pemecahan-pemecahan masalah itu melalui pendekatan masalah itu sendiri," ujarnya.

Baca juga: Lampung Siapkan Kelas Migran Vokasi, Buka Peluang Kuliah dan Kerja di Korea Selatan

Menurut Jihan, pelatihan vokasi menjadi bagian dari program prioritas Desaku Maju, yang mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian, infrastruktur, hingga penguatan kapasitas SDM dalam membangun ekosistem ekonomi desa.

"Desaku Maju ini sebuah program prioritas Provinsi Lampung yang harapannya bisa sukses mengintegrasikan banyak program lainnya. Ada program bidang pertanian di dalam suatu desa yang akan meletakkan instrumen seperti RMU, dryer, ada POC, kemudian pembangunan jalan lingkungan, dan hari ini kita integrasikan juga dari sektor SDM-nya. Yaitu sumber daya manusianya kita latih agar nanti bisa masuk ke dalam ekosistem dan membangun ekosistem itu lebih sempurna lagi," katanya.

Pengangguran Turun, SDM Tetap Jadi Prioritas

Jihan mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, sekitar 4,9 juta penduduk Lampung bekerja. Namun, hanya sekitar 31 persen yang berada di sektor formal, sedangkan sisanya masih bekerja di sektor informal.

"Data ini tentunya mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, tetapi yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas SDM kita, produktivitasnya, dan daya saing kerja sumber daya masyarakat kita," ujarnya.

Baca juga: Lampung Jadi Percontohan Nasional Program Kelas Migran Vokasi SMK/SMA, 8.500 Siswa Tertarik

Ia menegaskan, tujuan utama pelatihan vokasi adalah membentuk masyarakat yang mampu menciptakan peluang usaha, bukan hanya menjadi pencari kerja.

Menurutnya, pembangunan SDM menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan industri dan ekonomi desa.

"Untuk itu pelatihan vokasi ini adalah salah satu langkah yang nyata pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, yang kompeten, dan juga profesional," katanya.

528 Peserta Ikut Pelatihan di 33 Desa

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu mengatakan pelatihan vokasi bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa, mendukung pertanian yang lebih efisien, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus menekan angka pengangguran.

"Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung saat ini, untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini, tembus di bawah 4 persen, di angka 3,95 persen," ungkapnya.

Agus menjelaskan, pelatihan tahun ini menggunakan skema Mobile Training Unit (MTU) dengan fokus pada kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian.

"Skema yang diarahkan pemerintah asalah instruktur yang datang ke desa-desa. Jadi dengan keterbatasan jarak dan juga segala bentuk akses pelayanan maka Gubernur memberikan satu solusi dengan skema MTU, yaitu Mobile Training Unit, di mana instruktur yang hadir ke desa-desa," jelasnya.

Baca juga: Cari Kerja? Ini Sumber Info Lowongan Kerja Terpercaya di Lampung

Pada 2026, pelatihan dilaksanakan di 33 desa yang tersebar di 13 kabupaten/kota dengan total 528 peserta. Sebelumnya, pada 2025, sebanyak 928 warga telah mengikuti pelatihan serupa.

Pelatihan menerapkan metode berbasis kompetensi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, sehingga peserta diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri.

Melalui GERCEP 2026, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan lahirnya SDM desa yang unggul, produktif, dan berdaya saing untuk memperkuat ekonomi lokal sekaligus mendukung visi "Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas."

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU