Tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap korban. (Basarnas Lampung)
LAMPUNG – Seorang penumpang KMP Batumandi diduga terjatuh ke laut saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026). Hingga hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di sekitar Perairan Pulau Panjurit untuk menemukan korban.
Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), perempuan asal Perum Mutiara Citra Asri Blok D24 RT 001/RW 014, Kecamatan Indihiang, Jawa Barat.
Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara mengatakan, informasi kejadian diterima dari Supervisor Lapangan ASDP Bakauheni, Susyanto, sekitar pukul 06.15 WIB.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos SAR Bakauheni langsung mengerahkan personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi dugaan korban terjatuh.
Baca juga: Basarnas Lampung Beri Pelatihan kepada Masyarakat Tentang Upaya Pencarian dan Pertolongan
Tim SAR gabungan berupaya mencari korban. (Basarnas Lampung)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 01.42 WIB ketika KMP Batumandi akan bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Saat itu, awak kapal mengimbau seluruh penumpang kembali ke kendaraan masing-masing.
Namun, seorang ibu melaporkan bahwa anaknya belum kembali ke kendaraan. Awak kapal kemudian melakukan pemanggilan melalui pengeras suara sebanyak lima kali, tetapi tidak mendapat respons.
Petugas selanjutnya melakukan penyisiran di seluruh area kapal. Dalam proses tersebut ditemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu.
Temuan itu menguatkan dugaan bahwa korban terjatuh ke laut sehingga pihak kapal segera berkoordinasi dengan Basarnas Lampung untuk meminta bantuan pencarian.
"Kami menerima informasi pada pagi hari dan langsung mengerahkan personel Pos SAR Bakauheni beserta alut yang tersedia menuju lokasi kejadian. Bersama unsur SAR gabungan, kami melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban jatuh serta berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mengoptimalkan upaya pencarian," ujar Rezie.
Baca juga: Daun Pala di Lampung Selatan Disulap Jadi Minyak Atsiri, Warga Dapat Peluang Usaha Baru
Pada hari pertama operasi, Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing dan koordinasi sebelum melakukan penyisiran menggunakan RIB 02 di sekitar titik dugaan korban terjatuh.
Sekitar pukul 14.50 WIB, tim menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak mengenai adanya indikasi kemunculan tanda-tanda korban di koordinat 05°54.507' LS – 105°47.185' BT. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian intensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan