LAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) meneliti potensi pengembangan perahu listrik beserta infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran. Kajian ini diharapkan menjadi langkah awal penerapan transportasi laut rendah emisi yang mendukung pariwisata berkelanjutan di Provinsi Lampung.
Penelitian yang dilaksanakan pada 6–7 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari Hibah Penelitian Fundamental Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Tahun 2026. Tim peneliti dipimpin Rishal Asri, bersama Kokok Friansa, dengan melibatkan sembilan mahasiswa Program Studi Teknik Sistem Energi Itera.
Pulau Pahawang dipilih karena menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Lampung dengan aktivitas transportasi laut yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai memiliki potensi untuk penerapan kapal wisata berbasis energi listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca juga: Mahasiswa Itera Latih Komunitas Lokal Desain Digital untuk Medukung Potensi Wisata Pahawang
Ketua tim peneliti, Rishal Asri, mengatakan penelitian difokuskan untuk mengidentifikasi kebutuhan energi transportasi laut sekaligus mengukur kesiapan Pulau Pahawang dalam mengadopsi teknologi perahu listrik.
“Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan energi transportasi laut sekaligus mengkaji kesiapan Pulau Pahawang dalam mendukung implementasi perahu listrik. Hasil kajian diharapkan menjadi dasar pengembangan infrastruktur pengisian daya yang sesuai dengan kebutuhan operasional kapal wisata,” ujar Rishal, dilansir dari laman resmi Itera, Jumat, 10 Juli 2026.
Pada tahap awal, tim melakukan survei di seluruh dusun di Pulau Pahawang untuk memetakan aktivitas transportasi laut, kondisi jaringan listrik, lokasi dermaga, serta titik potensial pembangunan SPKLU.
Tim juga mewawancarai pemilik kapal wisata, masyarakat, dan perangkat desa guna memperoleh data mengenai pola operasional kapal, frekuensi pelayaran, serta konsumsi bahan bakar yang hingga kini masih didominasi mesin diesel.
Baca juga: Mahasiswa KKN Itera Tanam Mangrove dan Selamatkan Terumbu Karang di Pahawang
Pada hari kedua penelitian, tim mengukur konsumsi bahan bakar kapal wisata dengan mengumpulkan data kapasitas tangki, lama operasional, karakteristik mesin, hingga penggunaan bahan bakar.
Seluruh data tersebut kemudian dikonversi menjadi kebutuhan energi listrik untuk menghitung estimasi kapasitas baterai serta kebutuhan daya pengisian apabila kapal wisata beralih menggunakan tenaga listrik.
Selain menentukan kapasitas SPKLU, penelitian juga menganalisis kesiapan sistem kelistrikan Pulau Pahawang agar mampu mendukung pembangunan infrastruktur pengisian daya di masa mendatang.
Baca juga: Libur Semester, Mahasiswa Itera Turun ke Laut Pulihkan Terumbu Karang Pulau Pahawang
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi ilmiah bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merancang pengembangan transportasi laut yang lebih efisien, rendah emisi, dan ramah lingkungan di kawasan wisata Pulau Pahawang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan