Ilustrasi aktivitas perdagangan luar negeri. (Unsplash/Andy Li)
LAMPUNG – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Lampung masih menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Lampung mengalami surplus sebesar US$1,65 miliar sepanjang Januari hingga Mei 2026, meski nilai ekspor secara kumulatif sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan capaian tersebut berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Lampung yang dirilis pada 1 Juli 2026.
Selama Januari-Mei 2026, nilai ekspor Lampung mencapai US$2,36 miliar, sedangkan nilai impor sebesar US$715,47 juta.
"Meski nilai ekspor secara kumulatif mengalami penurunan 5,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, struktur perdagangan luar negeri Lampung masih menunjukkan kinerja yang cukup baik. Hal itu terlihat dari neraca perdagangan yang tetap mencatat surplus sebesar US$1,65 miliar. Artinya, nilai barang yang diekspor Lampung masih jauh lebih besar dibandingkan barang yang diimpor," ujar Ganjar.
Baca juga: Karantina Lampung Lepas Ekspor 14 Ribu Ton PKE ke Selandia Baru Senilai Rp20 Miliar
Pada Mei 2026, nilai ekspor Lampung tercatat sebesar US$477,52 juta, sedangkan impor mencapai US$226,21 juta.
Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Lampung kembali mencatat surplus sebesar US$251,32 juta pada Mei 2026.
Ganjar menilai kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri masih memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah sekaligus mencerminkan tingginya permintaan terhadap produk unggulan Lampung di pasar internasional.
BPS mencatat sektor industri pengolahan menjadi kontributor terbesar ekspor Lampung dengan porsi 70,10 persen dari total ekspor Januari-Mei 2026.
Sementara itu, sektor pertambangan menyumbang 16,35 persen, sedangkan sektor pertanian berkontribusi 13,55 persen.
Baca juga: BPS: Tingkat Hunian Hotel di Lampung Naik Jadi 44,38 Persen pada Mei 2026
Adapun komoditas ekspor terbesar masih didominasi oleh:
Menurut Ganjar, produk-produk unggulan Lampung masih memiliki daya saing yang kuat di pasar global.
Selama Januari-Mei 2026, tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah:
Ia menambahkan, meningkatnya ekspor ke Tiongkok menjadi sinyal positif bahwa peluang pasar internasional masih terbuka lebar bagi produk-produk asal Lampung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BPS