LAMPUNG - Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) memamerkan inovasi mount teleskop swakriya (do-it-yourself/DIY) hasil pengembangan tim dalam Jambore Nasional Klub Astronomi (JANAKA) 2026 di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Inovasi tersebut menarik perhatian komunitas astronomi amatir, pegiat sains, hingga perwakilan berbagai instansi yang mengikuti kegiatan.
Teknologi yang dipamerkan melalui unit Utopia II Mini dan Utopia III B itu merupakan hasil rekayasa tim OAIL untuk mendukung kegiatan observasi langit sekaligus menghadirkan media pembelajaran astronomi yang lebih mudah diakses oleh komunitas dan masyarakat.
Keikutsertaan OAIL dalam JANAKA 2026 juga menjadi bagian dari komitmen Institut Teknologi Sumatera (Itera) dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan ilmu astronomi di Indonesia sekaligus memperluas jejaring kolaborasi dengan berbagai komunitas keastronomian. Partisipasi ini melanjutkan peran Itera setelah sukses menjadi tuan rumah JANAKA 2024.
Baca juga: Isi Libur Sekolah dengan Belajar Astronomi, OAIL Itera Ajak Anak-anak Jelajahi Planet dan Bintang
Pada sesi pameran instrumentasi, delegasi OAIL memperkenalkan mount teleskop yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas observasi benda langit sekaligus menjadi sarana edukasi astronomi yang lebih terjangkau.
Selain memamerkan inovasi, tim OAIL juga berdiskusi dengan peserta mengenai pengembangan instrumentasi astronomi, teknik perakitan teleskop, hingga peluang kolaborasi di bidang riset dan edukasi.
Kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama dengan komunitas astronomi, lembaga pendidikan, dan berbagai instansi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi sains.
Ketua Kontingen OAIL, Alfiah Rizky Diana Putri, mengatakan JANAKA menjadi ajang penting untuk memperkenalkan inovasi yang dikembangkan sekaligus memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi astronomi di Indonesia.
“Melalui JANAKA kami tidak hanya memperkenalkan hasil pengembangan instrumentasi yang telah dilakukan di OAIL, tetapi juga belajar dari berbagai komunitas dan lembaga mengenai tren teknologi, metode edukasi, serta pengelolaan kegiatan astronomi," kata Alfiah.
Baca juga: Itera Kaji Perahu Listrik dan SPKLU untuk Transportasi Wisata Pahawang
"Pengetahuan tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas program edukasi dan pengabdian kepada masyarakat yang kami jalankan di Itera,” imbuhnya.
Selama tiga hari kegiatan, delegasi OAIL juga mengikuti berbagai agenda ilmiah, mulai dari talkshow mengenai perkembangan astronomi amatir global, seminar etnoastronomi Indonesia yang mengangkat kearifan lokal dalam mengenali rasi bintang Nusantara, hingga sejumlah lokakarya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan