Universitas Teknokrat Hadirkan Teknologi Pengering Ikan Tenaga Surya Berbasis IoT di Pulau Pasaran
LAMPUNG - Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Teknokrat Indonesia Lampung melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan memperkenalkan Smart Solar Fish Dryer, sebuah alat pengering ikan berbasis energi surya dan Internet of Things (IoT) bagi Kelompok Usaha Bahari di Pulau Pasaran, Lingkungan II RT 09, Kotakarang, Telukbetung Barat, Bandar Lampung.
Program ini menjadi wujud implementasi tridarma perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan hasil riset untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha perikanan yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala dalam proses produksi.
Solusi Modern untuk Pengeringan Ikan yang Lebih Efektif
Selama ini, proses pengeringan ikan asin, khususnya ikan teri, sangat bergantung pada kondisi cuaca. Ketika hujan atau kelembapan udara tinggi, kualitas hasil pengeringan menjadi tidak optimal sehingga berpengaruh terhadap produktivitas maupun nilai jual produk.
Menjawab tantangan tersebut, tim Universitas Teknokrat Indonesia mengembangkan Smart Solar Fish Dryer, sebuah sistem pengering modern yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama. Perangkat ini dilengkapi sensor suhu dan kelembapan berbasis IoT, sistem kontrol otomatis, serta ruang pengering tertutup yang lebih higienis.
Melalui teknologi tersebut, proses pengeringan dapat berlangsung secara lebih stabil, merata, dan terkontrol. Selain meningkatkan kualitas produk, inovasi ini juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca sekaligus meningkatkan daya saing hasil olahan perikanan masyarakat pesisir.
Baca juga: Mahasiswa Teknokrat Ciptakan LARUMIE: Mie Sehat dari Singkong, Bumbu Menyatu Tanpa Kemasan Plastik
Kolaborasi Dosen, Mahasiswa, dan Mitra Perguruan Tinggi
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Fenty Ariany, sebagai ketua tim, dengan anggota Suaidah, dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia serta Aprilia Syah Putri, dari Politeknik Negeri Lampung.
Program ini juga melibatkan lima mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
Selain menyerahkan perangkat teknologi, tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan teknis kepada anggota Kelompok Usaha Bahari mengenai pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sistem monitoring berbasis IoT, hingga pengoperasian alat secara mandiri.
Peserta pelatihan dibekali pemahaman mengenai pemantauan suhu dan kelembapan secara real-time agar proses pengeringan dapat dikendalikan dengan lebih presisi, sehingga risiko produk terlalu kering ataupun masih basah dapat diminimalkan.
Baca juga: Mahasiswa KKN Itera Ciptakan Sistem Monitoring pH dan Air Berbasis IoT untuk Petani Lampung
Dorong Transformasi Digital UMKM Pesisir
Tidak hanya menghadirkan inovasi pada proses produksi, tim pengabdian juga memperkenalkan aplikasi digital untuk mendukung pengelolaan usaha masyarakat.
Aplikasi tersebut memungkinkan pelaku usaha melakukan pencatatan penjualan secara daring, mengelola data pelanggan, serta menyusun laporan keuangan secara otomatis. Kehadiran sistem digital ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi administrasi sekaligus memperkuat daya saing UMKM perikanan di era transformasi digital.
Ketua Kelompok Usaha Bahari, Toto Heriyanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Teknokrat Indonesia dalam membantu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat pesisir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Universitas Teknokrat Indonesia atas inovasi yang diberikan. Smart Solar Fish Dryer sangat membantu proses produksi kami menjadi lebih efektif, sementara sistem digital yang diperkenalkan juga memudahkan pengelolaan usaha sehingga kami semakin siap menghadapi persaingan pasar,” ujarnya.
Kampus Berdampak untuk Masyarakat
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Mahathir Muhammad, menyampaikan apresiasi atas dedikasi tim dosen dan mahasiswa yang terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pengabdian masyarakat tidak hanya menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menjadi bukti bahwa hasil riset kampus mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara nyata.
“Kami sangat bangga atas lahirnya inovasi Smart Solar Fish Dryer yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia. Teknologi ini merupakan contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat menghadirkan solusi berbasis riset yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap inovasi ini mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil perikanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Inilah komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus yang berdampak (impactful university),” ujar Mahathir.
Ia juga menambahkan bahwa Universitas Teknokrat Indonesia akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi teknologi terapan yang mampu memperkuat daya saing masyarakat sekaligus memperluas hilirisasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa.
Baca juga: Prof Elfahmi Resmi Dilantik Jadi Rektor Itera 2026-2030, Ini Visi dan Program Unggulannya
Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini selaras dengan komitmen Universitas Teknokrat Indonesia dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi ramah lingkungan mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), sementara penerapan teknologi IoT dan digitalisasi usaha memperkuat SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat.
Di sisi lain, peningkatan produktivitas dan daya saing pelaku usaha perikanan turut berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini juga mendukung SDG 14 (Ekosistem Laut) dengan mendorong pengelolaan hasil perikanan yang lebih efisien, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Universitas Teknokrat Indonesia terus membuktikan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga aktif menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: