Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 13:42 WIB

Mahasiswa KKN Itera Ciptakan Sistem Monitoring pH dan Air Berbasis IoT untuk Petani Lampung

Mahasiswa KKN Itera Ciptakan Sistem Monitoring pH dan Air Berbasis IoT untuk Petani LampungMahasiswa KKN Itera menghadirkan inovasi IoT pemantau pH. (Itera Lampung)

LAMPUNG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera) menghadirkan inovasi sistem monitoring pH dan ketinggian air berbasis Internet of Things (IoT).

Inovasi ini untuk menjawab keterbatasan petani dan pembudidaya ikan dalam memantau kondisi air secara akurat dan berkelanjutan. Inovasi ini diterapkan di Desa Margo Lestari, Jati Agung, Lampung Selatan.

Perangkat yang dikembangkan Kelompok 31 KKN Tematik Itera dirancang sebagai solusi pemantauan manual yang selama ini bergantung pada perkiraan visual dan tidak dapat dilakukan secara kontinu, terutama pada malam hari atau saat cuaca ekstrem. 

Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi air lahan pertanian dan tambak secara real time melalui gawai.

Baca juga: Itera Kenalkan Biofilter IoT di Lampung Selatan Wujudkan Budidaya Ikan Secara Modern

Didampingi dosen pembimbing lapangan, Hartanto Tantriawan, mahasiswa memperkenalkan teknologi tersebut kepada petani dan peternak ikan setempat.

Alat monitoring ini kemudian diserahkan kepada Syawaltu, pembudidaya ikan patin di Dusun 2 Desa Margo Lestari, sebagai percontohan pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor perikanan.

Anggota tim KKN, Achmad Ma’rufi, menjelaskan perangkat tersebut menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pemrosesan data dan modul SIM800L untuk konektivitas seluler. 

Teknologi ini memungkinkan data pH dan ketinggian air dikirim secara otomatis ke aplikasi digital tanpa memerlukan jaringan Wi-Fi. 

“Alat ini dirancang multifungsi. Bisa digunakan untuk memantau pH kolam ikan agar ikan tidak stres, mengukur ketinggian air sawah, serta memantau air sumur warga,” ujar Achmad dilansir dari laman resmi Itera, Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Itera Terima Hibah Lahan 87 Hektare di Lampung Barat untuk Pendidikan dan Riset

Dia menjelaskan keunggulan utama inovasi ini terletak pada fleksibilitas penggunaannya. Pengguna dapat memilih mode sawah, kolam, sumur, atau kalibrasi melalui tombol fisik pada perangkat, tanpa perlu pengaturan teknis yang rumit. Data pemantauan ditampilkan melalui aplikasi AgriSense dan dashboard web yang dapat diakses dari ponsel pintar.

Selain menampilkan parameter utama, sistem ini juga menyajikan informasi pendukung seperti kapasitas baterai dan sisa kuota internet. 

"Fitur tersebut membantu pengguna melakukan perawatan preventif agar perangkat tetap berfungsi optimal," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa KKN Itera Ciptakan Sistem Monitoring pH dan Air Berbasis IoT untuk Petani Lampung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!