Festival Kakao di Lampung Timur. (Pemkab Lampung Timur)
LAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menegaskan komitmennya mengembangkan industri kakao dari hulu hingga hilir melalui Festival Kakao Lampung Timur yang digelar di Desa Sumur Bandung, Kecamatan Way Jepara.
Festival ini menjadi momentum memperkuat hilirisasi kakao agar komoditas unggulan daerah tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.
Mengusung tema "Transformasi Kakao Lampung Timur", festival yang dibuka Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah itu mempertemukan pemerintah, petani, pelaku usaha, akademisi, lembaga pendamping, hingga masyarakat untuk memperkuat ekosistem industri kakao.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menyatakan pengembangan kakao harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan, hingga pemasaran agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani.
"Kita harus terus melakukan transformasi, mulai dari cara budidaya, peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan pascapanen hingga pemasaran yang lebih modern dan berorientasi pada nilai tambah," ujar Bupati.
Baca juga: Daftar Agenda Event Bulan Agustus di Lampung yang Wajib Dikunjungi
Menurutnya, Lampung Timur memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra kakao unggulan nasional. Karena itu, petani didorong tidak hanya menjual biji kakao mentah, tetapi juga mengembangkan berbagai produk olahan seperti cokelat, bubuk kakao, minuman cokelat, hingga aneka produk kreatif berbahan dasar kakao.
Bupati Ela juga mengajak seluruh pemangku kepentingan membangun ekosistem kakao yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Mari kita jadikan kakao sebagai salah satu identitas dan kebanggaan Kabupaten Lampung Timur dengan membangun ekosistem kakao dari hulu hingga hilir, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah," katanya.
Festival turut menampilkan beragam varietas kakao dan produk turunannya. Pengunjung juga diperkenalkan dengan berbagai inovasi pertanian ramah lingkungan, seperti pupuk organik, fungisida organik, hingga bahan pengendali hama alami yang mendukung budidaya kakao berkelanjutan.
Suasana festival semakin semarak saat seluruh peserta bersama-sama menikmati minuman cokelat sebagai simbol kebersamaan sekaligus kampanye meningkatkan konsumsi produk kakao lokal.
Baca juga: Lampung Bidik Jadi Pusat Kakao Premium Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Forum APIK menekankan pentingnya membangun petani kakao yang mandiri melalui penerapan budidaya berkelanjutan.
Ia menjelaskan tanaman kakao memiliki manfaat ekologis karena mampu mendukung penghijauan dan konservasi lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia melalui pemanfaatan pestisida dan fungisida organik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: