Ilustrasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung. (Diskominfotik Lampung)
LAMPUNG - Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kementerian Kehutanan, menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Gajah Indra, gajah jinak jantan berusia 42 tahun yang selama lebih dari tiga dekade menjadi bagian penting dalam upaya konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Lampung.
Gajah Indra mengembuskan napas terakhir pada Senin (22/6/2026) pukul 11.06 WIB setelah menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang terus menurun.
Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi, mengatakan kepergian Gajah Indra merupakan kehilangan besar bagi dunia konservasi Indonesia.
"Gajah Indra bukan hanya satwa binaan, tetapi bagian dari sejarah panjang konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas. Dedikasinya dalam berbagai kegiatan lapangan dan penanganan konflik satwa liar telah memberikan kontribusi nyata. Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian Gajah Indra selama hidupnya," ujar Zaidi.
Baca juga: Mengenal Taman Nasional Way Kambas, Pusat Konservasi Gajah Sumatera
Gajah Indra berasal dari Desa Karang Sari, Kabupaten Lampung Timur, dan bergabung dengan Pusat Latihan Gajah (PLG) Way Kambas pada 1995.
Selama bertugas, Indra dikenal sebagai gajah yang tangguh dan berani. Ia terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari evakuasi gajah liar, patroli perlindungan kawasan, hingga mitigasi konflik antara manusia dan gajah di sejumlah wilayah Lampung.
Dedikasinya membuat Indra dihormati para mahout, dokter hewan, perawat satwa, hingga pegiat konservasi.
Gajah Indra, gajah jinak jantan berusia 42 tahun. (Kementerian Kehutanan)
Kondisi kesehatan Gajah Indra mulai menurun setelah mengalami kecelakaan pada akhir 2017.
Saat itu, Indra baru kembali dari membantu penanganan konflik satwa liar di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Kendaraan pengangkut yang membawanya mengalami kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan dugaan cedera serius pada ruas tulang belakang.
Sejak insiden tersebut, Indra dipensiunkan dari tugas lapangan. Tim dokter hewan dan perawat satwa terus memberikan terapi, perawatan intensif, serta pemantauan kesehatan setiap hari untuk menjaga kualitas hidupnya.
Pada Minggu (21/6/2026) sore, Gajah Indra menjalani aktivitas rutin mandi di area rawa.
Namun saat hendak kembali menuju kandang, Indra tiba-tiba ambruk di lereng rawa dan tidak mampu berdiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: