Agrowisata kebun kopi di Kampung Wisata Rigis Jaya. (https://jadesta.kemenpar.go.id/)
LAMPUNG - Pernah membayangkan menikmati secangkir kopi langsung dari kebunnya, sambil memandang hamparan hijau perkebunan yang membentang sejauh mata memandang? Di tengah tren wisata berbasis alam dan pengalaman autentik, Agrowisata Kampung Kopi Rigis Jaya di Kabupaten Lampung Barat hadir sebagai destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar pemandangan indah. Tempat ini mengajak wisatawan menyelami perjalanan kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari pembibitan hingga tersaji hangat di dalam cangkir.
Terletak di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, Desa Wisata atau Kampung Kopi Rigis Jaya menjadi salah satu destinasi unggulan dalam kategori Wisata Kebun Kopi di Lampung.
Kawasan ini tidak hanya menawarkan udara pegunungan yang sejuk, tetapi juga pengalaman edukatif yang membuat pengunjung memahami betapa panjang dan menarik proses di balik secangkir kopi robusta khas Lampung.
Desa Wisata Rigis Jaya dikenal sebagai Kampung Kopi. (https://jadesta.kemenpar.go.id/)
Lampung Barat selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi kopi robusta terbesar di Indonesia. Di antara berbagai kawasan perkebunan kopi yang ada, Kampung Kopi Rigis Jaya menjadi salah satu yang paling populer karena berhasil menggabungkan sektor pertanian dengan pariwisata berbasis masyarakat.
Pekon Rigis Jaya memiliki luas wilayah sekitar 1.158 hektare dan berada di kawasan dataran tinggi dengan ketinggian antara 860 hingga 1.310 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis tersebut membuat udara di kawasan ini terasa sejuk sepanjang hari, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Baca juga: Rekomendasi Tempat Healing Sejuk Bernuansa Alam Terbaik di Lampung Barat
Nama "Rigis" sendiri berasal dari bahasa Semendo yang berarti bukit yang terbakar hingga tampak bergerigi seperti gergaji. Dahulu kawasan ini merupakan perbukitan yang dipenuhi bambu kapur dan beberapa kali mengalami kebakaran akibat aktivitas perburuan liar. Dari sejarah itulah nama Bukit Rigis kemudian dikenal oleh masyarakat setempat.
Saat ini, lebih dari 90 persen penduduk Rigis Jaya berprofesi sebagai petani kopi. Dengan luas perkebunan mencapai 498,34 hektare, desa ini mampu menghasilkan sekitar 1.058 ton kopi robusta per tahun. Tak heran jika Rigis Jaya dijuluki sebagai Kampung Kopi dan menjadi salah satu ikon agrowisata Lampung Barat.
Wisatawan diajak menyaksikan langsung tahapan budidaya kopi. (Youtube/Kementerian Pariwisata)
Salah satu daya tarik utama Kampung Kopi Rigis Jaya adalah paket wisata edukasi yang memungkinkan pengunjung mengikuti seluruh proses produksi kopi.
Wisatawan akan diajak menyaksikan langsung tahapan budidaya kopi, mulai dari:
Baca juga: Itera Siap Dampingi Lampung Barat Kembangkan Program Sekolah Kopi Berbasis Teknologi
Konsep wisata ini dikenal sebagai “Perjalanan Secangkir Kopi”. Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan petani yang selama puluhan tahun menggantungkan hidupnya dari komoditas kopi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber