Tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencarian terhadap ABK yang hilang. (Basarnas Lampung)
LAMPUNG — Seorang anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari kapal nelayan saat melintas di perairan selatan Sumatera, wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Korban diketahui bernama M. Zaki (22), yang hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung menerima informasi kejadian tersebut pada Senin (4/5/2026) pukul 16.22 WIB dari pemilik kapal.
Berdasarkan laporan, insiden bermula saat kapal KM Bintang Asia II dalam perjalanan kembali menuju Jakarta usai melakukan penangkapan ikan di perairan barat Samudra Hindia.
Sekitar pukul 04.00 WIB, di sekitar perairan Krakatau, korban diketahui sudah tidak berada di kapal. Rekan korban sempat melakukan pencarian dan pemanggilan, namun tidak mendapat respons.
Baca juga: Lampung Ekspor 3.330 Ton Tapioka ke Tiongkok, Nilai Ekspor Rp 26 Miliar!
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Lampung segera berkoordinasi dengan sejumlah unsur terkait, di antaranya Basarnas Banten, Direktorat Polairud Polda Lampung, Lanal Lampung, VTS Panjang, serta SROP Bakauheni untuk mendukung operasi pencarian.
Memasuki hari kedua operasi, Selasa (5/5/2026), tim SAR gabungan mulai melakukan penyisiran di area yang diperkirakan sebagai lokasi kejadian dengan luas pencarian sekitar 20 nautical mile persegi.
Pencarian dilakukan menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) 03 Lampung serta didukung peralatan pendeteksi bawah air dan perlengkapan penyelaman.
Baca juga: Perkembangan Transportasi Lampung Maret 2026: Seluruh Moda Angkutan Alami Peningkatan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung yang diwakili Capt KN SAR Basudewa, Muhammad Fadli, menyatakan pencarian telah dilakukan sejak pagi hingga sore hari, namun hasilnya masih nihil.
“Tim SAR gabungan telah melakukan penyisiran secara maksimal di sekitar lokasi kejadian, namun hingga saat ini korban belum ditemukan. Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali Rabu pagi esok sesuai rencana operasi.” ujarnya.
Cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan, yang turut menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan operasi. Meski demikian, tim SAR memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara optimal dengan melibatkan seluruh unsur yang ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan