LAMPUNG - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) menyelenggarakan ujian terbuka promosi Doktor One Untoro, pada Kamis, 30 April 2026, di Aula Gedung A FISIP Unila.
Sidang promosi doktor dibuka Prof. Lusmeilia Afriani, selaku Rektor Unila sekaligus Ketua Tim Penguji.
Adapun Tim Penguji Internal terdiri dari Prof. Intan Fitri Meutia, selaku Ketua Program Doktor Studi Pembangunan FISIP Unila, Dr. Abdul Firman Ashaf, Dr. Bartoven Vivit Nurdin, dan Dr. Suripto. Sementara itu, Prof. Drs. Hertanto, bertindak sebagai Ko-Promotor, dan Prof. Hartoyo, sebagai Promotor.
One Untoro dalam sidang tersebut memaparkan disertasi berjudul “Partisipasi Kelompok Islam dalam Pengembangan Sains Melalui Publikasi Digital (Studi Kasus di Kabupaten Lampung Tengah)”.
Baca juga: Unila & Kementerian Kehutanan Teken MoU, Targetkan World Class University & Riset Kehutanan Lestari
Disertasi ini dilatarbelakangi masih adanya keraguan terhadap peran kelompok keagamaan dalam pembangunan, khususnya dalam hubungan antara agama dan sains. Selama ini, sains sering dipandang terpisah dari agama, sehingga potensi keduanya untuk saling mendukung belum dimanfaatkan secara optimal.
“Hubungan antara agama dan sains tidak selalu bertentangan, tetapi dapat bersifat saling melengkapi sesuai konteksnya. Kelompok Islam juga memiliki peran penting dalam menghasilkan dan menyebarluaskan pengetahuan, terutama melalui publikasi digital,” ujarnya.
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kelompok Islam di Kabupaten Lampung Tengah dalam pengembangan sains melalui publikasi digital, dengan melihat bentuk dan pola partisipasi dalam penyebaran ilmu, landasan teologis yang mendasari keterlibatan tersebut, serta strategi untuk memperkuat kontribusi kelompok Islam dalam pengembangan sains berbasis digital.
Hasil penelitian menunjukkan partisipasi warga religius terwujud dalam tiga bentuk utama, yaitu publikasi ilmiah digital, forum virtual, dan pengembangan sumber daya digital. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama tercatat sebagai dua kelompok yang paling aktif dalam praktik tersebut.
Baca juga: Akademisi Itera: Penanganan Banjir Bandar Lampung Butuh Basis Data Spasial & Keberanian Birokrasi
Temuan ini juga menegaskan munculnya warga digital religius yang berperan aktif dalam produksi dan distribusi pengetahuan, sekaligus memperkuat kolektivitas berbasis jaringan.
Sejalan dengan temuan tersebut, partisipasi kelompok Islam dalam pengembangan sains melalui publikasi digital di Kabupaten Lampung Tengah terlihat berkembang secara beragam dan bertingkat, serta dipengaruhi faktor teologis, struktur otoritas, dan kapasitas digital masing-masing.
Rektor melalui capaian tersebut berharap gelar doktor yang diraih tidak hanya menjadi pencapaian akademik, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kontribusi nyata melalui penerapan dan pengembangan ilmu, serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika lainnya untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan