Kamis, 25 JUNI 2026 • 10:10 WIB

Gubernur Lampung Dorong Modernisasi Pertanian di Mesuji, Produksi Gabah Naik 40 Persen

Author

Gubernur Lampung saat berdialog meninjau pemanfaatan teknologi drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Mesuji. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung mengakselerasi modernisasi dan hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau pemanfaatan teknologi drone penyemprot Pupuk Organik Cair (POC) di kawasan persawahan Desa Pangkal Mas, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu (24/6/2026).

Dalam dialog bersama kelompok tani, Mirza mengapresiasi keberhasilan penerapan POC hayati cair yang terbukti mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Berdasarkan data yang disampaikan, produksi gabah di lahan sawah seluas sekitar 1.000 hektare meningkat dari 5.000 ton menjadi 7.000 ton atau naik sekitar 40 persen.

"Jika diterapkan di seluruh lahan 1.000 hektare, produksi yang sebelumnya 5.000 ton kini menjadi 7.000 ton. Ada tambahan pendapatan yang dapat dinikmati petani di desa ini," ujar Mirza.

Baca juga: Bulog Lampung Serap 101 Ribu Ton Gabah Petani, Capai 25,58 Persen Target 2026

Pemprov Targetkan Tiga Kali Panen Setahun

Melihat peningkatan produktivitas tersebut, Pemprov Lampung mendorong peningkatan indeks pertanaman dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun atau IP300.

Gubernur meminta dinas terkait, pemerintah kabupaten, hingga aparat desa memperkuat sinergi untuk memastikan target percepatan tanam dapat tercapai.

Menurutnya, peningkatan frekuensi tanam akan berdampak langsung terhadap kenaikan produksi pangan sekaligus pendapatan petani.

Pemprov Siapkan Solusi Atasi Serangan Hama Tikus

Dalam pertemuan tersebut, petani juga menyampaikan kendala serangan hama tikus yang masih menjadi ancaman bagi produktivitas pertanian.

Baca juga: Komoditas Bawang Putih Mulai Dikembangkan Petani di Lampung Barat

Menanggapi hal itu, Pemprov Lampung menyiapkan langkah penanganan jangka pendek dan jangka panjang melalui distribusi bantuan belerang untuk pengendalian darurat serta pembangunan Rumah Burung Hantu (Rubuha) sebagai metode pengendalian hama alami.

"Tahun ini kita upayakan tiga kali panen. Untuk pengendalian tikus akan dibantu melalui Rubuha dan belerang. Yang penting tetap kompak dan manfaatkan teknologi yang sudah ada," kata Mirza.

Biaya Produksi Petani Berkurang

Perwakilan petani Desa Pangkal Mas menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui penerapan pupuk hayati cair yang dinilai mampu menekan biaya produksi secara signifikan.

Menurut petani, penggunaan teknologi tersebut membuat biaya budidaya padi jauh lebih efisien dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, petani berharap pemerintah dapat memfasilitasi uji laboratorium berkala terhadap beras organik yang telah mereka produksi tanpa pestisida kimia sejak 2014. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing produk di pasaran.

Infrastruktur Jalan Jadi Perhatian Pemprov

Selain sektor pertanian, Gubernur Mirza juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperbaiki akses infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia memastikan aspirasi masyarakat terkait peningkatan kualitas jalan poros utama di Kabupaten Mesuji akan terus menjadi perhatian pemerintah untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU