Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 JULI 2026 • 18:14 WIB

Mahasiswa Itera Bangun Pojok Kompos, Sulap Sampah Jadi Pupuk untuk Warga

Mahasiswa Itera Bangun Pojok Kompos, Sulap Sampah Jadi Pupuk untuk WargaMahasiswa Itera bangun Pojok Kompos di Trimurjo, Lampung Tengah. (Itera)

LAMPUNG - Tumpukan sampah organik rumah tangga yang selama ini menjadi persoalan di Kelurahan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, kini mulai diatasi melalui inovasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Mereka membangun Pojok Kompos, sebuah pusat edukasi sekaligus pengolahan sampah organik berbasis masyarakat yang mengubah limbah dapur menjadi pupuk bermanfaat.

Program tersebut menjadi implementasi komitmen Itera sebagai Kampus Berdampak, dengan menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui KKN Tematik Periode XVII Tahun 2026, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga membangun sistem yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat setelah program berakhir.

Kelurahan Trimurjo dipilih karena masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah organik yang belum optimal. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) dan berdampak pada kualitas lingkungan.

Baca juga: Saat Mahasiswa Itera Menyatukan Cerita Budaya Lewat Festival Film Internasional

Pojok Kompos Jadi Pusat Edukasi dan Pengolahan Sampah

Mahasiswa Itera Bangun Pojok Kompos, Sulap Sampah Jadi Pupuk untuk WargaMahasiswa Itera bangun Pojok Kompos di Trimurjo, Lampung Tengah. (Itera)

Ketua Kelompok KKN Tematik Kelurahan Trimurjo, Rudolfo Alonso Suwo, menjelaskan melalui Pojok Kompos, masyarakat mendapatkan pelatihan mengenai pemilahan sampah, proses pengomposan, hingga pemanfaatan kompos menggunakan metode sederhana yang mudah diterapkan di lingkungan rumah tangga.

Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kebun Kelompok Wanita Tani (KWT), sehingga mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman.

"Kami tidak hanya membangun Pojok Kompos, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kompos dimanfaatkan untuk kebun KWT, hasil panennya kembali kepada masyarakat," ujar Rudolfo Alonso Suwo.

Baca juga: Lampung Siapkan Transformasi Sampah Jadi Energi, Gandeng GGGI dan BoemiKita

Bangun Siklus Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Mahasiswa Itera Bangun Pojok Kompos, Sulap Sampah Jadi Pupuk untuk WargaMahasiswa Itera bangun Pojok Kompos di Trimurjo, Lampung Tengah. (Itera)

Program ini dirancang membentuk siklus pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hasil panen dari kebun KWT dimanfaatkan dan dibagikan kepada masyarakat. Sementara itu, sisa sayuran dan limbah dapur kembali diolah menjadi kompos sehingga terus menghasilkan manfaat bagi lingkungan.

Untuk mengurangi volume sampah residu yang tidak dapat didaur ulang, tim KKN juga menyediakan insinerator sebagai pelengkap sistem pengelolaan sampah di Trimurjo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa Itera Bangun Pojok Kompos, Sulap Sampah Jadi Pupuk untuk Warga

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!