Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 13:51 WIB

Neraca Dagang Lampung Maret 2026 Surplus US$263 Juta, Meski Ekspor dan Impor Alami Penurunan

Neraca Dagang Lampung Maret 2026 Surplus US3 Juta, Meski Ekspor dan Impor Alami PenurunanIlustrasi aktivitas perdagangan luar negeri. (Unsplash/Andy Li)

LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Maret 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar US$263,20 juta.

Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, menjelaskan nilai ekspor Provinsi Lampung pada Maret 2026 tercatat sebesar US$388,42 juta, mengalami penurunan sebesar 32,81 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-year) dibandingkan Maret 2025 yang mencapai US$578,05 juta.

“Secara kumulatif, nilai ekspor periode Januari–Maret 2026 mencapai US$1.380,87 juta, turun 12,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar US$1.573,52 juta,” kata Sabiel dalam rilis resmi BPS, Selasa, 5 Mei 2026.

Dia menjelaskan dari sisi distribusi pelabuhan, ekspor Provinsi Lampung masih didominasi melalui pelabuhan di wilayah Lampung, yakni sebesar 83,38 persen atau senilai US$1.151,43 juta, sementara sisanya 16,62 persen atau sebesar US$229,44 juta melalui pelabuhan luar Lampung.

Baca juga: Gak Perlu Khawatir Lupa Perpanjang SIM, Polresta Bandar Lampung Kini Punya Layanan WAR Janji Jaga

Tiga negara tujuan utama ekspor Provinsi Lampung pada periode Januari hingga Maret 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor sebesar US$209,37 juta atau berkontribusi sebesar 15,16 persen, diikuti oleh Tiongkok sebesar US$194,72 juta (14,10 persen), serta Pakistan sebesar US$154,65 juta (11,20 persen).

“Komoditas utama yang diekspor ke negara-negara tersebut didominasi oleh kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati,” jelasnya.

Secara keseluruhan, tiga komoditas dengan pangsa ekspor terbesar pada periode Januari hingga Maret 2026 adalah lemak dan minyak hewan atau nabati dengan nilai sebesar US$658,69 juta atau berkontribusi sebesar 47,70 persen, diikuti oleh bahan bakar mineral sebesar US$185,64 juta (13,44 persen), serta kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar US$171,90 juta (12,45 persen).

Dari sisi impor, nilai impor Provinsi Lampung pada Maret 2026 tercatat sebesar US$125,21 juta. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 24,55 persen secara year-on-year dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai US$165,95 juta.

Baca juga: Kajati Lampung Lantik Wakajati Lampung dan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur

Secara kumulatif, nilai impor Januari–Maret 2026 tercatat sebesar US$316,86 juta, atau turun 54,00 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$688,83 juta.

Tiga negara asal impor terbesar pada periode Januari–Maret 2026 adalah Amerika Serikat dengan nilai impor sebesar US$94,02 juta (29,67 persen) dengan komoditas utama kereta api, trem, dan bagiannya, diikuti oleh Tiongkok sebesar US$38,22 juta (12,06 persen) dengan komoditas utama mesin dan peralatan mekanis beserta bagiannya, serta Australia sebesar US$27,75 juta (8,76 persen) dengan komoditas utama binatang hidup.

Secara keseluruhan, tiga komoditas dengan pangsa impor terbesar pada periode Januari–Maret 2026 adalah kereta api, trem, dan bagiannya senilai US$66,03 juta (20,84 persen), ampas dan sisa industri makanan senilai US$49,37 juta (15,58 persen), serta pupuk senilai US$43,53 juta (13,74 persen).

Dengan nilai ekspor sebesar US$388,42 juta dan nilai impor sebesar US$125,21 juta, Provinsi Lampung pada Maret 2026 kembali mempertahankan tren surplus neraca perdagangan luar negerinya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Neraca Dagang Lampung Maret 2026 Surplus US$263 Juta, Meski Ekspor dan Impor Alami Penurunan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!