LAMPUNG - Operasi pencarian dan pertolongan terhadap dua anak buah kapal (ABK) KM Arof yang tenggelam di Perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, resmi dihentikan pada Sabtu (20/6/2026) setelah berlangsung selama tujuh hari.
Dari dua korban yang dicari, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang.
Komandan Pos SAR Bakauheni Rezie Kuswara, mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah evaluasi bersama Tim SAR Gabungan dan pihak keluarga korban.
Korban yang masih belum ditemukan adalah Tarno (50), nahkoda KM Arof asal Cirebon, Jawa Barat. Sementara Suarna (45), ABK asal Cirebon, ditemukan meninggal dunia pada hari keempat pencarian.
Baca juga: Dua ABK KM Arof Hilang di Perairan Lampung Timur, Tim SAR Lakukan Pencarian
Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan kembali melakukan pencarian dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) yang menyisir area sesuai rencana operasi. Namun hingga pukul 13.00 WIB, pencarian melalui jalur laut dan pemantauan di sejumlah titik potensial belum membuahkan hasil.
Selanjutnya, pada pukul 14.15 WIB dilakukan evaluasi dan musyawarah bersama pihak keluarga korban yang diwakili Ridho selaku pengurus KM Arof.
"Dengan mempertimbangkan hasil pencarian selama tujuh hari serta kesepakatan bersama pihak keluarga, Operasi SAR terhadap korban kecelakaan kapal KM Arof di Perairan Muara Kuala Penet resmi dihentikan dan dinyatakan selesai. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali," ujar Rezie.
Selama operasi berlangsung, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari keterbatasan sinyal komunikasi dan jaringan internet hingga potensi ancaman satwa liar berupa kemunculan buaya di sekitar perairan Way Kambas.
Operasi SAR melibatkan Pos SAR Bakauheni, Direktorat Polairud Polda Lampung, Polairud Lampung Timur, TNI AL Labuhan Maringgai, Bakamla, BPBD Lampung Timur, HNSI, keluarga korban, nelayan setempat, serta instansi terkait lainnya.
Baca juga: Operasi SAR KM Arof Hari Keempat: ABK Asal Cirebon Ditemukan Meninggal
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, pemerintah daerah, nelayan, dan masyarakat yang telah mendukung proses pencarian selama tujuh hari terakhir.
Meski operasi SAR telah ditutup, koordinasi dengan masyarakat pesisir dan nelayan tetap dilakukan. Basarnas mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan petunjuk terkait korban melalui Emergency Call 115 atau WhatsApp Com Center Basarnas Lampung di 0821-8004-8006.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan