Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat meluncurkan aplikasi Saibara. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung resmi meluncurkan Saibara (Satu Aplikasi Belanja Retribusi Daerah), sebuah platform digital yang menghimpun seluruh pembayaran retribusi daerah dalam satu sistem terintegrasi.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan aplikasi Saibara dirancang untuk mempermudah akses masyarakat terhadap berbagai layanan dan jasa milik Pemprov Lampung, sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
“Digitalisasi adalah kunci untuk memperbaiki pelayanan. Dengan Saibara, transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan retribusi dapat ditingkatkan, dan masyarakat akan mendapatkan pelayanan yang lebih baik dan cepat,” kata Mirza, Selasa (25/11/2025).
Menurutnya, potensi retribusi daerah selama ini belum tergali secara maksimal. Gubernur Mirza mencontohkan daerah yang setelah menerapkan digitalisasi pembayaran mengalami lonjakan pendapatan yang berlipat.
Selain meningkatkan pendapatan daerah, lanjut Gubernur Mirza, Saibara diharapkan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.
“Semakin tinggi aktivitas ekonomi masyarakat, semakin besar tuntutan terhadap pelayanan. Jika sistem retribusi kuat dan transparan, kemampuan pemerintah dalam memberikan layanan akan ikut meningkat,” ujarnya.
Mirza menegaskan bahwa digitalisasi retribusi tidak hanya berorientasi pada efisiensi administrasi, tetapi juga bagian dari penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di seluruh sektor.
Baca juga: Aplikasi Lampung In Pusat Layanan Digital di Provinsi Lampung Terus Disempurnakan
Untuk itu, dia menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola retribusi untuk segera melakukan migrasi layanan ke sistem digital secara bertahap dan terkontrol.
Untuk memastikan kelancaran penerapan, Gubernur Mirza juga mengintruksikan untuk memberikan sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Lampung, dan berbagai pihak terkait yang ikut mendukung pengembangan Saibara.
“Kemajuan Lampung tidak mungkin terjadi tanpa kolaborasi. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi energi bagi Lampung untuk terus bergerak lebih cepat,” ujarnya.
Gubernur berharap Saibara menjadi budaya kerja baru di Pemprov Lampung. “Budaya pelayanan harus berubah, lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Ketika integritas pemerintah diakui, kepercayaan masyarakat akan semakin tinggi. Dari kepercayaan itulah kemajuan bisa dicapai," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan