Wagub Lampung, Jihan Nurlela, dalam acara Lampung Begawi 2025. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menjadi keynote speaker dalam Talkshow dan Bedah Buku yang digelar pada rangkaian kegiatan Lampung Begawi 2025 di Lampung City Mall, Bandar Lampung.
Acara ini menghadirkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Bimo Epyanto, penulis Rantai Tak Putus, Dewi Lestari, dan Founder Beemee Indonesia, Sheylia Taradia Habib.
Tema yang diangkat “Peran Pemerintah dalam Mendorong Pengembangan UMKM untuk Naik Kelas dan Berdaya Saing.”
Wagub Jihan menyatakan UMKM tidak hanya berperan sebagai penopang ekonomi, tetapi juga motor utama pertumbuhan daerah.
Dengan hampir 500 ribu UMKM di Lampung, penguatan inovasi, kreativitas, dan digitalisasi disebutnya sebagai kunci agar usaha kecil mampu bertahan sekaligus berkembang.
“Modal finansial saja tidak cukup. UMKM kita membutuhkan inovasi, kualitas produk, komunikasi yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Inilah tantangan sekaligus peluang yang harus kita kelola bersama,” ujar Jihan, Sabtu (4/10/2025).
Baca juga: Lampung Begawi 2025 Resmi Dibuka, Event Budaya hingga Penguatan Ekonomi Daerah
Ia menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, seperti kesenjangan akses dan literasi digital, keterbatasan modal serta SDM, rendahnya kepercayaan terhadap transaksi digital, hingga pendampingan yang belum merata.
Untuk menjawab hal tersebut, dia mendorong percepatan digitalisasi UMKM yang menurutnya mampu membuka akses lebih luas, mulai dari pemasaran digital, pembiayaan, informasi, hingga pelatihan dan pemberdayaan.
Jihan juga menyampaikan bahwa kontribusi sektor e-commerce di Indonesia diproyeksikan mencapai 109 miliar dolar AS pada 2025, sehingga menurutnya hal ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh UMKM.
Merujuk pada buku Rantai Tak Putus karya Dewi Lestari, Jihan menilai konsep rantai tak putus menjadi metafora penting bagi UMKM. Menurutnya, perjalanan UMKM harus dibangun secara berkesinambungan mulai dari ide, produksi, pemasaran, hingga ekosistem pendukungnya.
“Ini kunci utama bagaimana kita bisa mengembangkan UMKM di Provinsi Lampung. Sinergi antar-stakeholder, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat sipil, akademisi, hingga generasi muda, harus dibangun untuk menciptakan pusat inovasi UMKM agar naik kelas, berkelanjutan, dan menghasilkan kualitas terbaik,” kata dia.
Baca juga: Pemprov Lampung Optimalisasi Peran Perbankan dan Dunia Usaha untuk Majukan Pertanian
Dia menyatakan Pemerintah Provinsi siap membangun ekosistem yang mendukung, mulai dari pendampingan berkelanjutan, mentorship, integrasi rantai pasok lokal, hingga pengembangan pusat inovasi UMKM. UMKM yang sukses menurutnya, harus menjadi teladan dan mentor bagi UMKM lainnya, sehingga tercipta rantai keberlanjutan yang kuat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan