Kamis, 09 JULI 2026 • 20:41 WIB

Ada Kampung Prancis di Kota Metro, Ini Sejarah dan Kegiatan Belajarnya

Author

Kampung Prancis di Kota Metro, Lampung. (Universitas Lampung)

LAMPUNG - Universitas Lampung (Unila) menghadirkan inovasi pendidikan berbasis budaya melalui Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro.

Tak hanya menjadi tempat belajar bahasa Prancis bagi masyarakat, komunitas ini juga berupaya melestarikan sejarah Blok Kaledonia yang menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Metro sekaligus memperluas wawasan lintas budaya.

Program tersebut digagas oleh dosen Unila, Dr. Arie Fitria, S.I.P., D.E.A., M.T., bersama para pencinta bahasa Prancis melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Metro.

Kampung Prancis resmi diresmikan pada 24 Agustus 2025. Hingga kini, komunitas tersebut memiliki 32 anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp, dengan sekitar 20 warga aktif mengikuti kegiatan belajar bersama anak-anak mereka.

Baca juga: FKIP Unila Hadirkan 11 Dosen Internasional untuk Perkuat Pembelajaran Berstandar Global

Berawal dari Sejarah Blok Kaledonia

Arie menjelaskan, Kampung Prancis dikembangkan bersama para pencinta bahasa Prancis dengan dukungan Ikatan Alumni Prancis Indonesia (IAPI) Lampung, termasuk Rektor Unila dan Irfan Nuranda Djakfar.

Pembentukan komunitas tersebut berangkat dari sejarah Blok Kaledonia di Desa Totokaton yang menjadi tempat bermukimnya sebagian keturunan pekerja asal Indonesia yang pernah tinggal di Kaledonia Baru, wilayah Prancis, sebelum kembali ke Indonesia setelah kemerdekaan.

Berangkat dari sejarah itu, Kampung Prancis dibangun sebagai ruang pembelajaran untuk mengenalkan bahasa dan budaya Prancis sekaligus menjaga warisan sejarah masyarakat Metro.

Baca juga: 966 Mahasiswa Diwisuda, Unila Kini Telah Cetak 147.739 Alumni

Tak Hanya Belajar Bahasa

Warga sekitar antusias saat belajar bahasa hingga budaya Prancis. (Universitas Lampung)

Menurut Arie, Kampung Prancis dirancang agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, bukan sekadar mengajarkan bahasa asing.

“Kehadiran Village Français dapat membawa manfaat, seperti melestarikan sejarah sekaligus berdampak bagi warga di sekitar Village Français sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas SDM,” kata Arie dilansir dari laman Universitas Lampung, Kamis (9/7/2026).

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari pembelajaran bahasa Prancis, pengenalan budaya Prancis, hingga gastronomi Prancis melalui kegiatan International Community Service (ICS). Proses belajar dilakukan melalui metode ceramah, praktik, dan menghadirkan penutur asli sehingga peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Baca juga: 2.513 Peserta Ikuti Simanila Unila 2026, Soal HOTS Jadi Penentu Kelulusan

Minat Warga Terus Meningkat

Antusiasme masyarakat terhadap Kampung Prancis terus berkembang. Tidak hanya warga sekitar, masyarakat dari luar Kota Metro juga mulai mencari informasi mengenai kegiatan dan materi pembelajaran yang tersedia.

Pelaksanaan program ini juga mulai menunjukkan dampak positif. Peserta dinilai semakin antusias mempelajari bahasa dan budaya Prancis sekaligus memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap keberagaman budaya dunia.

Arie menambahkan bahwa pembelajaran tersebut turut membantu meningkatkan kemampuan nonteknis atau soft skill peserta.

“Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis dapat meningkatkan soft skill, termasuk kemampuan beradaptasi dengan orang asing dan memiliki wawasan dalam pergaulan internasional,” ujarnya.

Baca juga: Alun-alun Taman Merdeka: Ruang Publik Favorit dan Ikon Kota Metro Lampung

Dukung Metro sebagai Kota Pendidikan

Keberadaan Kampung Prancis mendapat dukungan dari Unila dan Pemerintah Kota Metro sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas Metro sebagai kota pendidikan.

Ke depan, Kampung Prancis membuka kesempatan bagi lebih banyak pencinta bahasa Prancis maupun masyarakat yang memiliki kemampuan berbahasa Prancis untuk terlibat dalam pengembangan komunitas tersebut.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, Kampung Prancis diharapkan terus berkembang sebagai ruang pembelajaran bahasa dan budaya yang terbuka bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana pelestarian sejarah lokal dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Metro.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU