LAMPUNG - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) meluncurkan International Lecturer Program pada Tahun Akademik 2025/2026.
Program ini melibatkan 11 dosen dan pakar internasional dari empat negara sebagai bagian dari upaya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi.
Program tersebut menjadi langkah FKIP Unila dalam menghadirkan pengalaman belajar berstandar global, memperluas jejaring riset internasional, serta meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswa.
Baca juga: 966 Mahasiswa Diwisuda, Unila Kini Telah Cetak 147.739 Alumni
International Lecturer Program melibatkan enam universitas mitra internasional dari Ethiopia, Thailand, Malaysia, dan Rusia. Para akademisi mengajar pada 10 bidang keilmuan yang mencakup program Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Dekan FKIP Unila, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd. mengatakan kehadiran para akademisi internasional memberikan atmosfer akademik yang lebih kompetitif sekaligus membuka wawasan global bagi mahasiswa.
Perkuliahan dilaksanakan secara daring melalui online meeting dan mendapat antusiasme tinggi dari sivitas akademika.
Sejumlah akademisi yang terlibat dalam program tersebut antara lain:
Baca juga: Mahasiswa Internasional dan Itera Bangun Infrastruktur Ramah Lingkungan di Pesawaran
Sementara itu, Universiti Teknologi Malaysia (UTM) mengirimkan beberapa akademisi, di antaranya:
Untuk jenjang pascasarjana, FKIP Unila juga menggandeng:
Assoc. Prof. Dr. Suddin Lada dari Universiti Malaysia Sabah (UMS) pada bidang Administrasi dan Manajemen Pendidikan.
Ts. Dr. Norhayati Mohd Yusof dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) pada Program Magister Teknologi Pendidikan.
Selain itu, Prof. Anna Bordanova, Ph.D. dari University of Management Technologies and Economics (UMTE), Rusia, turut memperkuat pembelajaran pada Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Melalui International Lecturer Program, FKIP Unila berharap mampu mengintegrasikan perspektif global ke dalam kurikulum lokal serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Unila