LAMPUNG - Program Studi Rekayasa Kosmetik Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMP Cahaya Bangsa School, Metro, dengan menghadirkan pelatihan pembuatan parfum dan lilin aromaterapi bagi siswa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sains kosmetik secara aplikatif sekaligus menumbuhkan kreativitas dan minat siswa terhadap bidang teknologi kosmetik sejak dini.
Dalam kegiatan bertema “Kreasi Wewangian: Belajar Membuat Parfum Bersama Rekayasa Kosmetik Itera” tersebut, tim dosen dan mahasiswa memberikan edukasi mengenai dasar-dasar parfum, mulai dari pengenalan jenis aroma, komposisi bahan, aspek keamanan, hingga proses formulasi sederhana.
Siswa kemudian diajak mempraktikkan langsung pembuatan parfum dengan memadukan berbagai aroma sesuai kreativitas masing-masing.
Selain parfum, siswa juga mendapatkan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi sebagai bentuk pengenalan lanjutan terhadap aplikasi ilmu kimia dan rekayasa kosmetik dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Itera Kenalkan Inovasi Eduwisata Berbasis Teknologi Pertanian Lewat Program Iterahero
Lilin aromaterapi dipilih sebagai media edukasi karena memiliki manfaat relaksasi melalui penggunaan minyak atsiri sekaligus menjadi sarana pembelajaran formulasi produk yang sederhana namun bernilai guna.
Perwakilan tim dosen Rekayasa Kosmetik Itera Annisaa Siti Zulaicha, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, yang dikemas melalui pendekatan edukatif dan interaktif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kosmetik tidak hanya berkaitan dengan kecantikan, tetapi juga ilmu pengetahuan, inovasi, dan peluang industri. Melalui praktik langsung, siswa dapat belajar sains dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Annisaa.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga terlibat aktif dalam proses peracikan aroma parfum dan pencetakan lilin.
Baca juga: Mahasiswa Itera Olah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, mulai dari teknik pencampuran bahan hingga peluang karier di industri kosmetik.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini. Produk parfum dan lilin aromaterapi yang dihasilkan dinilai memiliki potensi sebagai produk kreatif bernilai ekonomi, sekaligus melatih keterampilan motorik dan kreativitas siswa.
Sebagai penutup, kegiatan diisi dengan diskusi interaktif mengenai potensi pengembangan produk wewangian dan aromaterapi berbasis bahan lokal. Setiap peserta juga membawa pulang hasil karyanya sebagai pengalaman belajar yang berkesan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan