Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 17 JULI 2026 • 14:46 WIB

Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Kumbang Pendeteksi Hama Kopi

Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Kumbang Pendeteksi Hama KopiDrone Kumbang buatan mahasiswa Unila untuk bantu petani kopi. (Unila)

LAMPUNG - Lima mahasiswa Universitas Lampung (Unila) mengembangkan pesawat nirawak (drone) berbentuk kumbang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu petani mendeteksi hama dan penyakit tanaman kopi secara cepat dan akurat.

Inovasi ini ditujukan untuk mengatasi serangan Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dan penyakit karat daun yang selama ini menjadi penyebab utama turunnya produktivitas kebun kopi di Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Karya Inovatif (PKM-KI) Unila 2026 oleh Rafidto Farras Achdiar Azizul Haqqi sebagai ketua tim bersama Ariq Hazel, Gita Rahmania, Bayu Dwi Setiawan, dan Elfi Nuraini Maridah di bawah bimbingan dosen Aryanto, S.T., M.T.

Proposal bertajuk "Inovasi Pesawat Nirawak Agen Cerdas Berdesain Kumbang sebagai Solusi Peningkatan Produktivitas Kopi bagi Petani Rakyat dan Industri Berkelanjutan di Indonesia" tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Baca juga: Inovasi Pupuk Hayati Cair di Lampung Barat Diklaim Percepat Produksi Tanaman Kopi

Drone Dirancang Menjangkau Kanopi Tanaman Kopi

Berbeda dengan drone komersial pada umumnya, drone buatan mahasiswa Unila mengadopsi bentuk fisik kumbang sehingga mampu bergerak lebih lincah di bawah kanopi tanaman kopi yang rapat.

Perangkat ini memanfaatkan teknologi AI berbasis YOLOv8 dan ResNet, kamera ESP32-CAM, serta sistem Internet of Things (IoT) untuk mendeteksi gejala serangan hama maupun penyakit secara otomatis. Hasil pemindaian kemudian dikirim dalam bentuk peta lokasi tanaman yang terindikasi terserang sehingga petani dapat melakukan penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.

Inspeksi Kebun Cukup 15 Menit

Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Kumbang Pendeteksi Hama KopiMahasiswa Unila kembangkan Drone AI untuk kebun kopi. (Unila)

Ketua tim pengembang, Rafidto Farras Achdiar Azizul Haqqi, mengatakan penggunaan drone mampu memangkas waktu pemeriksaan kesehatan tanaman secara signifikan.

"Dampak paling signifikan yang langsung dirasakan oleh petani adalah efisiensi waktu yang sangat drastis. Jika sebelumnya mereka harus berjalan kaki berhari-hari menerobos perbukitan terjal hanya untuk memeriksa kesehatan tanaman satu per satu secara manual, kini proses inspeksi tersebut tuntas hanya dalam sekitar 15 menit penerbangan drone kumbang kami," ujar Rafidto, dilansir dari laman Universitas Lampung, Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menambahkan drone tersebut dirancang menggunakan komponen seperti Raspberry Pi Pico dan GPS Ublox M8N dengan biaya produksi sekitar Rp6–8 juta per unit sehingga lebih terjangkau untuk dikembangkan.

"Melalui data uji lapangan ini, kami ingin membuktikan perbedaan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan drone, mulai dari percepatan deteksi, pengurangan penggunaan pestisida kimia yang berlebih, hingga peningkatan produktivitas kebun kopi secara nyata," jelasnya.

Baca juga: Kampung Kopi Rigis Jaya: Wisata Edukasi Kopi di Lampung Barat

Diuji di Kebun Kopi Ulubelu

Drone AI tersebut telah diuji di perkebunan kopi mitra di Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Salah seorang petani kopi yang terlibat dalam uji coba, Sumardi (51), mengaku teknologi tersebut membantu mendeteksi pohon yang terserang hama lebih cepat sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mahasiswa Unila Ciptakan Drone Kumbang Pendeteksi Hama Kopi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!