Selasa, 28 JULI 2026 • 20:41 WIB

Festival Literasi Lampung 2026 Ubah Perpustakaan Jadi Destinasi Edukasi Keluarga

Author

Pembukaan Festival Literasi di Lampung (Pemprov Lampung)

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat budaya literasi dengan mendorong perpustakaan bertransformasi menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi rekreasi keluarga.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 yang mengusung tema "Semangat Literasi Membangun Rakyat Lampung Maju".

Kegiatan yang digelar di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Selasa (28/7/2026), dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Lampung.

Festival ini menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperkuat budaya membaca melalui kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM).

Baca juga: Bunda Literasi Lampung & BI Gandeng Tangan: Buku Cerita Rakyat untuk Promosi Wisata & Budaya

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, yang juga menjabat sebagai Duta Baca Provinsi Lampung, mengatakan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari budaya literasi yang kuat.

Menurutnya, penyelenggaraan Festival Literasi menjadi bukti sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta berbagai komunitas dan mitra dalam membangun ekosistem literasi.

"Ini membuktikan sekali lagi bahwa modal utama dalam membangun Lampung adalah kolaborasi dan sinergi," ujar Jihan.

Dia menjelaskan Festival Literasi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang belajar, berbagi inspirasi, sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Meski capaian IPLM dan TGM Lampung masih berada di bawah rata-rata nasional, Jihan menyebut tren peningkatannya terus menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.

Baca juga: Perkuat Literasi, Pemprov Lampung Bentuk Forum di 15 Kabupaten/Kota

Soroti Tantangan Literasi di Era Digital

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga menyoroti tantangan literasi di era digital, khususnya pengaruh media sosial terhadap kemampuan anak dalam menyerap informasi.

Menurutnya, maraknya konten video berdurasi pendek membuat rentang fokus anak semakin terbatas sehingga diperlukan peran aktif orang tua, guru, dan Bunda Literasi dalam mengawasi penggunaan gawai.

"Anak-anak kita memiliki privilege teknologi. Tantangannya sekarang adalah bagaimana mengontrol informasi yang masuk dan membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Ini adalah pekerjaan rumah besar bagi orang tua, guru, dan Bunda Literasi untuk seminimal mungkin membatasi screen time anak di bawah umur," katanya.

Pada acara tersebut juga diluncurkan buku kumpulan 15 cerita rakyat Lampung berjudul "Kisah dari Tanah Lado" sebagai upaya melestarikan sejarah, budaya, dan kearifan lokal kepada generasi muda.

Selain itu, Jihan meminta seluruh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota membenahi administrasi penilaian IPLM dan TGM agar data literasi daerah semakin akurat.

Perpustakaan Jadi Ruang Rekreasi dan Edukasi

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengatakan Festival Literasi 2026 merupakan bagian dari transformasi perpustakaan menjadi ruang publik yang lebih inklusif.

Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan aktivitas keluarga.

"Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar pameran, melainkan wujud nyata sinergi kita bersama untuk mentransformasi Nuwo Baca. Kami ingin perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat meminjam buku, tetapi telah berevolusi menjadi destinasi rekreasi dan edukasi keluarga favorit bagi masyarakat Lampung," ujarnya.

Festival Literasi Provinsi Lampung 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari peluncuran buku, edukasi keuangan, bazar dan pameran, lomba literasi, kelas pelatihan, hingga aksi sosial.

Baca juga: Tingkatkan Layanan, Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung Ikuti Akreditasi Perpusnas RI

Purnama Wulan turut mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah, sektor perbankan, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas menjadi kunci dalam membangun ekosistem literasi yang semakin kuat di Provinsi Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU