Senin, 29 JUNI 2026 • 16:17 WIB

Jamasan Pusaka Nusantara di Pringsewu Jadi Momentum Lestarikan Budaya Lampung

Author

Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung, gelar Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara. (Diskominfotik Lampung)

LAMPUNG - Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung menggelar Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara di Sekretariat Paguyuban Panji Sewu, Pekon Sukoharjo III, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu.

Kegiatan yang dihadiri tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat tersebut menjadi momentum untuk melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat nilai persaudaraan dan kebangsaan.

Hadir mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung Ahmad Saipul. Turut hadir Ketua DPRD Pringsewu Suherman, perwakilan Bupati Pringsewu melalui Kepala Kesbangpol Catur Agus Dewanto, Pabung Kodim 0424/TGM Mayor Agus S, serta unsur Polsek Sukoharjo.

Baca juga: Gubernur Lampung Bahas Pelestarian Budaya dan Desa Wisata bersama 5 Tokoh Adat Sai Batin

Gubernur: Tradisi Harus Dipahami, Bukan Sekadar Seremoni

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ahmad Saipul, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi Paguyuban Panji Sewu dan seluruh pihak yang terus menjaga tradisi di tengah pesatnya perubahan zaman.

Menurutnya, tradisi akan tetap hidup apabila nilai-nilai yang dikandungnya terus dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Ketika maknanya hilang, yang tersisa hanyalah sebuah seremoni. Tetapi ketika maknanya trus dijaga, maka tradisi akan selalu menemukan tempat di setiap generasi," kata Saipul.

Ia menilai tradisi Suran menjadi momentum untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperbaiki niat dan langkah dalam menjalani kehidupan.

Baca juga: Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Gubernur Siapkan 16 Desa Budaya di Lampung

Menurutnya, prosesi jamasan bukan hanya merawat benda pusaka, tetapi juga menjaga penghormatan terhadap sejarah serta mengenang perjuangan para leluhur.

"Sebuah pusaka tidak menjadi bernilai hanya karena usianya yang tua. Pusaka menjadi berharga karena mampu mengingatkan kita pada keteguhan, kebijaksanaan, dan semangat gotong royong yang diwariskan dari generasi ke generasi," katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui penyelenggaraan acara setiap tahun, tetapi harus dibarengi upaya mengenalkan makna tradisi kepada generasi muda agar tumbuh rasa bangga terhadap budaya Nusantara.

Jamasan Jadi Simbol Penghormatan kepada Leluhur

Tokoh adat Lampung Ahmad Novriwan mengatakan budaya adiluhung seperti jamasan perlu terus dilestarikan karena merupakan bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.

Menurutnya, pelestarian budaya menjadi salah satu fondasi dalam membangun karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

"Jamasan seperti yang digelar hari ini harus terus dilestarikan. Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman budaya dan warisan seperti ini tidak ternilai harganya," ujarnya.

Panji Sewu Ingin Generasi Muda Mencintai Warisan Budaya

Ketua Perkumpulan Paguyuban Pelestari Tosan Aji Panji Sewu Provinsi Lampung, Dony Estavian, menjelaskan Suran Panji Sewu dan Jamasan Pusaka Nusantara merupakan agenda tahunan yang bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya bangsa.

Menurutnya, prosesi jamasan merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur melalui perawatan benda pusaka yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Baca juga: Festival Maghgo Sekappung Libo ke-216, Warisan Budaya Lampung Timur yang Terus Lestari

Ia juga mengingatkan bahwa keris telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sehingga pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan terus menjadi ruang silaturahmi yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.

"Di sinilah rasa persatuan itu tumbuh dan melekat karena yang berhimpun di Panji Sewu berasal dari beragam latar belakang suku dan ras," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU