Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 13 JUNI 2026 • 12:41 WIB

Dari Adat Betawi hingga Tari Kecak Bali, Mahasiswa PPKn Unila Sajikan 9 Budaya dalam Satu Panggung

Dari Adat Betawi hingga Tari Kecak Bali, Mahasiswa PPKn Unila Sajikan 9 Budaya dalam Satu PanggungMahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2025 sukses menggelar Project Multikultur. (FKIP Unila)

LAMPUNG - Halaman Nuwo Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) berubah menjadi panggung kebudayaan yang megah pada Kamis (11/6/2026) lalu.

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2025 sukses menggelar Project Multikultur sebagai wujud nyata dari tugas mata kuliah Pendidikan Multikultur.

Mengusung tema “Satu Nusantara, Seribu Budaya, Sejuta Rasa”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus edukasi untuk menumbuhkan sikap toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta penguatan nilai-nilai kebhinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Project Multikultur ini bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan sebuah implementasi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan teori di dalam kelas dengan praktik di lapangan.

Baca juga: Mahasiswa Pendidikan Tari Unila Hadirkan Koreografi “Kemplora”, Angkat Narasi Pembuatan Kemplang

Melalui pendekatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam memahami dan merepresentasikan nilai-nilai multikultural melalui berbagai bentuk kegiatan yang edukatif dan kreatif.

Dari Adat Betawi hingga Tari Kecak Bali, Mahasiswa PPKn Unila Sajikan 9 Budaya dalam Satu PanggungMahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) angkatan 2025 sukses menggelar Project Multikultur. (FKIP Unila)

Mata kuliah Pendidikan Multikultur ini diampu tim dosen yang terdiri dari Yunisca Nurmalisa, Edi Siswanto, dan Teki Prasetyo Sulaksono. Ketiga dosen pengampu bertindak langsung memberikan arahan, pendampingan, serta evaluasi yang ketat terhadap pelaksanaan proyek agar tetap selaras dengan capaian pembelajaran mata kuliah.

Dalam festival budaya ini, para mahasiswa berhasil memukau penonton dengan merepresentasikan 9 kebudayaan daerah dari berbagai penjuru Indonesia secara detail dan autentik, meliputi:

  • Penampilan Adat Melayu Palembang: Menampilkan keanggunan dan rumpun tradisi Sumatra Selatan.
  • Nyambai dan Pemberian Gelar Adat Lampung Saibatin: Upacara adat khas masyarakat pesisir Lampung.
  • Adat Pepadun Lampung: Merepresentasikan prosesi adat masyarakat Lampung pedalaman.
  • Pesta Pernikahan Adat Betawi: Kemeriahan tradisi palang pintu dan prosesi pernikahan Jakarta.
  • Tari Kecak Kreasi dari Bali: Kolaborasi ritme suara dan gerakan yang magis khas Pulau Dewata.
  • Budaya Minang: Menampilkan karakteristik kebudayaan Sumatra Barat yang kuat.
  • Dayak Kalimantan Tengah: Eksotisme tradisi dan tarian khas masyarakat Kalimantan.
  • Penampilan Budaya Batak: Kekayaan seni tari dan musik dari Sumatra Utara.
  • Drama Musikal Ratu Roro Jonggrang: Narasi legenda Nusantara yang dikemas secara modern dan teatrikal.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah dan Asal-Usul Terbentuknya Provinsi Lampung

Melalui kegiatan Project Multikultur ini, mahasiswa PPKn angkatan 2025 diharapkan mampu mengembangkan kesadaran kritis terhadap realitas keberagaman di Indonesia. Sebagai calon pendidik, mereka dituntut memiliki kompetensi profesional dan sosial yang menjunjung tinggi nilai persatuan, toleransi, serta keadilan sosial.

Kegiatan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Program Studi PPKn FKIP Unila dalam mencetak generasi pendidik berwawasan multikultur. Di tengah tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara di masyarakat yang majemuk, penanaman karakter Pancasila yang adaptif seperti ini menjadi fondasi krusial bagi masa depan pendidikan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Adat Betawi hingga Tari Kecak Bali, Mahasiswa PPKn Unila Sajikan 9 Budaya dalam Satu Panggung

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!