Senin, 11 MEI 2026 • 14:07 WIB

Basarnas Hentikan Pencarian Korban Jatuh dari Kapal di Lampung Selatan

Author

Tim SAR gabungan saat melakukan upaya pencarian. (Basarnas Lampung)

LAMPUNG - Operasi pencarian terhadap M. Zaki (20), korban yang diduga terjatuh dari kapal di perairan Kabupaten Lampung Selatan, dihentikan oleh Tim SAR Gabungan setelah tujuh hari pencarian tidak membuahkan hasil. Korban hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung bersama unsur SAR gabungan telah melakukan pencarian intensif sejak Selasa (5/5/2026) hingga Minggu (10/5/2026) kemarin di sekitar lokasi kejadian. Pencarian dilakukan menggunakan RIB 03 Basarnas dengan area penyisiran yang terus diperluas hingga mencapai lebih dari 27 nautical mile dari lokasi perkiraan jatuhnya korban.

Selama operasi berlangsung, tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Lanal Lampung, Ditpolairud Polda Lampung, dan KSKP Panjang melakukan penyisiran laut, pemantauan bawah air menggunakan Aqua Eye dan Underwater Search Device (UWSD), hingga koordinasi dengan nelayan serta masyarakat pesisir di sekitar Pulau Tabuhan dan Pulau Legundi.

Namun upaya pencarian menghadapi sejumlah kendala. Selain lokasi jatuh korban yang tidak diketahui secara pasti dan minimnya saksi mata, kondisi cuaca di lokasi pencarian kerap berubah dan wilayah operasi yang luas menyulitkan proses penyisiran.

Baca juga: Kapal Nelayan Tertabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda, Satu Nelayan Hilang & Masih Dicari

Capt KN SAR Basudewa M. Fadli mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah evaluasi bersama seluruh unsur SAR dan pihak keluarga korban yang diwakili oleh Dwi Nanto (paman korban).

“Berdasarkan hasil pencarian selama tujuh hari dan tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan korban dinyatakan hilang. Namun operasi dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk atau tanda keberadaan korban,” kata M. Fadli dalam keterangannya, Senin (11//5/2026).

Basarnas Lampung juga telah berkoordinasi dengan nelayan yang melintas di sekitar lokasi kejadian serta pemerintah desa setempat agar segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban.

Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuannya masing-masing setelah operasi resmi ditutup pada Minggu sore.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU