Peluncuran buku "Muatan Apel Tematik". (Pemprov Lampung)
LAMPUNG - Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meluncurkan buku yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung "Muatan Apel Tematik" dengan ditandai penyerahan buku secara simbolis kepada perwakilan sekolah.
Buku ini sekaligus menjadi inovasi dari Pemerintah Provinsi Lampung di sektor pendidikan sebagai upaya memperkuat perlindungan peserta didik sekaligus membangun karakter siswa agar lebih sadar, berani, dan mampu menjaga diri dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk di ruang digital.
Buku Muatan Apel Tematik disusun untuk jenjang SD, SMP, dan SMA sederajat. Materi ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di lingkungan sekolah.
Kehadiran program ini juga dimaksudkan untuk menjawab tantangan pencegahan risiko kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan berbasis gender online (KBGO), manipulasi, hingga grooming yang banyak terjadi melalui media digital.
Baca juga: Lampung Teken MoU dengan Citaglobal Malaysia untuk Energi Hijau
Wagub Jihan mengatakan peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan inovasi di sektor pendidikan, khususnya yang berfokus pada perlindungan anak.
"Pemerintah Provinsi Lampung ingin memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman. Tidak boleh ada kekerasan terhadap anak-anak kita," ujar Jihan dilansir dari laman resmi Pemprov Lampung, Jumat (15/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan pendidikan, mulai dari upaya mencegah putus sekolah hingga mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja.
"Anak-anak Lampung harus punya masa depan, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun masuk ke dunia industri yang semakin kompetitif," katanya.
Dia juga mengingatkan keberhasilan menciptakan generasi yang unggul dan berdaya saing di Provinsi Lampung tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Kolaborasi lintas elemen menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.
"Guru, tenaga pendidik, orang tua, dan lingkungan tempat tinggal harus terlibat aktif. Kolaborasi ini penting agar kita bisa menciptakan generasi yang sehat, tangguh, dan unggul," ujarnya.
Baca juga: Itera dan Kementerian PU Bahas Rencana Pembangunan Auditorium
Muatan Apel Tematik sendiri dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan, contoh narasi apel, serta metode penyampaian yang sederhana, interaktif, dan disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Hal ini diharapkan membuat materi lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu memahami hak atas tubuh dan diri sendiri, berani berkata tidak terhadap situasi yang tidak aman, serta mengetahui cara melapor atau mencari bantuan ketika menghadapi potensi kekerasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan