Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 05 JANUARI 2026 • 14:51 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Megathrust, Gandeng Unila dan TNI Kembangkan Sistem Peringatan Tsunami

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Megathrust, Gandeng Unila dan TNI Kembangkan Sistem Peringatan TsunamiPemprov Lampung gandeng lintas sektor mitigasi bencana megathurst. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG - Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat upaya mitigasi bencana, khususnya potensi gempa megathrust dan tsunami, melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, TNI, serta pemangku kepentingan lainnya.

Komitmen tersebut disampaikan Sekdaprov Lampung, Marindo Kurniawan, saat menerima Komandan Brigif 4 Marinir Lampung dan jajaran Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila), di Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur, Senin (5/1/2026).

Marindo menyampaikan ancaman megathrust merupakan risiko nyata yang harus disikapi secara serius dan terencana. 

Mengingat bencana tidak dapat diprediksi waktu kejadiannya, maka kesiapsiagaan dan mitigasi menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat.

“Mitigasi bencana harus dibangun secara kolaboratif. Tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi perlu sinergi akademisi, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Marindo.

Baca juga: Kantor SAR Lampung Antisipasi Potensi Gempa Megathrust, Susun Rencana Kontingensi SAR

Mona Arif Muda sebagai salah satu tim Unila Tsunami Early Warning System (U-TEWS) memaparkan, pengembangan teknologi peringatan dini tsunami berbasis sensor laut dangkal, drone pemantau, serta sistem pemantauan terintegrasi yang dinilai lebih ekonomis dan sesuai karakteristik perairan Lampung. 

Teknologi ini diklaim mampu menjadi alternatif dari sistem impor berbiaya tinggi, dengan tetap menjaga akurasi dan keandalan data.

Dekan Fakultas Teknik Unila, Ahmad Herison menjelaskan tujuan utama pengembangan Unila Tsunami Early Warning System (U-TEWS) berbasis PUMMA (perangkat ukur murah muka air laut) tersebut bukan bersifat komersial, melainkan murni kemanusiaan. 

"Sistem ini dirancang agar dapat dipasang di wilayah pesisir, pelabuhan, dan pulau-pulau strategis, serta terhubung dengan BMKG sebagai otoritas resmi peringatan dini," jelasnya.

Baca juga: Siswa Jadi Agen Mitigasi Bencana, Teknik Geomatika Itera Hadirkan Sistem Pemantauan Gempa di Sekolah

Menurutnya inovasi tersebut dinilai memiliki keunggulan dari sisi efisiensi biaya, kemudahan perawatan, serta potensi pengembangan sebagai produk dalam negeri. 

Selain itu, sistem yang dikembangkan diarahkan untuk tetap terintegrasi dengan BMKG sebagai otoritas resmi penyampai peringatan dini kepada masyarakat.

Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan alat peringatan dini. Pendekatan berbasis komunitas dinilai dapat meningkatkan rasa memiliki sekaligus efektivitas mitigasi di lapangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Megathrust, Gandeng Unila dan TNI Kembangkan Sistem Peringatan Tsunami

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!