Kamis, 09 JULI 2026 • 21:00 WIB

Kampung Prancis di Kota Metro, Ruang Belajar yang Mengubah Cara Pandang Warga

Author

Kampung Prancis di Kota Metro membantu warga lebih percaya diri berbahasa asing. (Universitas Lampung)

LAMPUNG - Keberanian berbicara dengan warga negara asing, wawasan yang semakin luas, hingga tumbuhnya sikap saling menghargai menjadi perubahan nyata yang dirasakan masyarakat sejak hadirnya Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro.

Melalui pembelajaran bahasa dan budaya Prancis, komunitas ini tidak hanya mengajarkan bahasa asing, tetapi juga membuka pengalaman lintas budaya yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap dunia.

Salah satu warga yang merasakan manfaat tersebut adalah Dra. Sainah Asriyani, M.Pd., koordinator sekaligus penyedia sekretariat Kampung Prancis.

Baginya, komunitas ini menjadi ruang belajar yang menghadirkan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan tentang sejarah, budaya, dan hubungan antarbangsa.

Baca juga: Ada Kampung Prancis di Kota Metro, Ini Sejarah dan Kegiatan Belajarnya

Berawal dari Ketertarikan pada Sejarah dan Budaya Prancis

Kampung Prancis di Kota Metro membantu warga lebih percaya diri berbahasa asing. (Universitas Lampung)

Keterlibatan Sainah bermula saat bertemu rombongan Kampung Prancis yang mengunjungi Blok Kaledonia di Desa Totokaton pada 2022. Pertemuan itu mengubah pandangannya bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan untuk memahami sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Sejak saat itu, ia aktif mendukung berbagai kegiatan Kampung Prancis karena meyakini bahwa penguasaan bahasa asing dapat membuka lebih banyak peluang sekaligus memperluas cara pandang seseorang.

“Menguasai bahasa merupakan jendela untuk memahami budaya suatu bangsa karena kita bisa membaca buku-buku berbahasa Prancis. Ditambah lagi, bahasa Prancis merupakan bahasa PBB, jadi tidak ada ruginya menguasai bahasa,” kata dia, dilansir dari laman Universitas Lampung, Kamis (9/7/2026).

Baca juga: Mahasiswa Itera Latih Siswa SMP di Metro Bikin Parfum & Lilin Aromaterapi, Kenalkan Sains Kosmetik

Belajar Bersama Penutur Asli, Warga Semakin Percaya Diri

Warga sekitar antusias saat belajar bahasa hingga budaya Prancis. (Universitas Lampung)

Salah satu daya tarik Kampung Prancis adalah suasana belajar yang hangat dan terbuka. Peserta dari berbagai usia belajar bersama melalui praktik percakapan, pengenalan budaya, hingga membuat makanan khas Prancis.

Pendekatan tersebut membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan sekaligus mudah dipahami masyarakat.

Pengalaman belajar menjadi semakin berkesan karena peserta dapat berinteraksi langsung dengan penutur asli Prancis dalam berbagai kegiatan.

Interaksi tersebut membuat peserta lebih berani berbicara, meningkatkan rasa percaya diri, serta lebih terbuka saat berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.

“Sering bertemu orang Prancis membuat saya lebih percaya diri dan tidak lagi merasa minder dengan orang asing. Ternyata, para pengajar yang berasal dari Prancis juga sangat baik,” ujarnya.

Tak Hanya Belajar Bahasa, tetapi Juga Menumbuhkan Toleransi

Manfaat Kampung Prancis tidak berhenti pada peningkatan kemampuan berbahasa. Berbagai kegiatan lintas budaya, termasuk International Community Service (ICS) yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia, Prancis, Madagaskar, dan Mesir, turut memperkaya pengalaman masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bahwa perbedaan bahasa, budaya, dan latar belakang bukan menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Sebaliknya, keberagaman menjadi ruang belajar untuk membangun komunikasi, saling menghargai, dan memperluas wawasan.

Antusiasme masyarakat terhadap Kampung Prancis pun terus meningkat. Kehadirannya disambut positif karena memberikan kesempatan bagi warga untuk belajar bahasa dan budaya Prancis secara terbuka tanpa dipungut biaya, sekaligus memperoleh pengalaman internasional yang sebelumnya sulit dijangkau.

Baca juga: Alun-alun Taman Merdeka: Ruang Publik Favorit dan Ikon Kota Metro Lampung

Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa Kampung Prancis telah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya membuka akses pembelajaran bahasa asing, komunitas ini juga menjadi ruang pengembangan diri yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai budaya dunia.

Ke depan, masyarakat berharap Kampung Prancis terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta. Dengan demikian, komunitas ini dapat menjadi ruang pembelajaran yang memperkuat kemampuan bahasa asing, memperluas wawasan global, sekaligus menumbuhkan sikap toleransi di tengah keberagaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU