LAMPUNG - Festival Krakatau 2026 kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, menjadikannya salah satu dari 110 event terbaik nasional.
Status tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kolaborasi lintas sektor agar penyelenggaraan festival semakin berkualitas sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan Festival Krakatau merupakan agenda strategis yang telah menjadi etalase pariwisata dan budaya Lampung selama lebih dari tiga dekade.
Pada penyelenggaraan ke-35 tahun ini, festival diharapkan mampu semakin memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
"Festival Krakatau bukan sekadar agenda tahunan, tetapi telah menjadi salah satu etalase Provinsi Lampung. Karena itu, penyelenggaraannya harus terus ditingkatkan agar semakin berkualitas, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta perekonomian daerah," ujar Marindo.
Baca juga: Lengkap! Ini Jadwal Event Budaya hingga Pariwisata di Lampung Sepanjang 2026
Masuk KEN 2026, Festival Krakatau Terus Tingkatkan Kualitas
Marindo menjelaskan, keberhasilan Festival Krakatau kembali lolos kurasi Karisma Event Nusantara menjadi bukti konsistensi Lampung dalam menghadirkan event pariwisata berstandar nasional.
Menurutnya, pengakuan tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, baik dari sisi konsep acara, pelayanan, maupun dampaknya terhadap sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci Kesuksesan
Pemprov Lampung menegaskan pengembangan sektor pariwisata tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. Karena itu, penyelenggaraan Festival Krakatau 2026 mengedepankan kolaborasi dengan seluruh unsur pentahelix, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat promosi destinasi, mendorong pertumbuhan UMKM, mengembangkan ekonomi kreatif, sekaligus melestarikan budaya daerah.
"Semangatnya adalah gotong royong dan kolaborasi. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha, BUMN, BUMD, perbankan, komunitas, media, pelaku ekonomi kreatif, dan seluruh mitra pembangunan untuk bersama-sama menjadikan Festival Krakatau sebagai kebanggaan Lampung," katanya.
Marindo menambahkan, pembiayaan Festival Krakatau tetap didukung melalui APBD. Namun, meningkatnya kebutuhan penyelenggaraan dan target kualitas event membuat kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah strategis.
Disparekraf Buka Peluang Sponsorship
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Toni Ferdinansyah, mengatakan persiapan Festival Krakatau 2026 terus dilakukan agar memenuhi standar event nasional.
Fokus peningkatan diarahkan pada kualitas acara, pelayanan pengunjung, promosi, keamanan, kenyamanan, hingga penguatan dampak ekonomi bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif.
"Masuknya Festival Krakatau dalam Karisma Event Nusantara 2026 menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Kami harus memastikan kualitas penyelenggaraannya terus meningkat dan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat maupun wisatawan," ujar Toni.
Untuk mendukung penyelenggaraan, Disparekraf Lampung bersama mitra pelaksana Tim Riang-Riang Gembira Creative membuka peluang kerja sama melalui skema sponsorship dengan perbankan, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, dan berbagai mitra strategis lainnya.
Baca juga: Festival Krakatau 2025 Resmi Ditutup, Gubernur Lampung Harapkan Budaya Lampung Semakin Dikenal
Festival Krakatau Diharapkan Beri Efek Berganda
Menurut Toni, keterlibatan dunia usaha dirancang dengan prinsip saling menguntungkan. Selain mendukung suksesnya Festival Krakatau 2026, para mitra juga memperoleh manfaat berupa peningkatan eksposur merek, penguatan citra perusahaan, aktivasi promosi, hingga perluasan jejaring bisnis.
"Kami ingin membangun kolaborasi yang sehat dan profesional. Festival Krakatau memiliki daya tarik dan jangkauan publik yang luas, sehingga dapat menjadi ruang promosi sekaligus bentuk partisipasi dunia usaha dalam mendukung kemajuan pariwisata Lampung," jelas Toni.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran melalui APBD menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas kolaborasi sehingga festival dapat menghadirkan program-program yang lebih berkualitas bagi wisatawan, masyarakat, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif.
Melalui sinergi lintas sektor, Festival Krakatau 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai agenda pariwisata nasional, tetapi juga mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, memperkuat promosi budaya Lampung, serta meningkatkan daya saing pariwisata di tingkat nasional maupun internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan