Perbaikan ruas Jalan Pattimura di Kota Metro. (Pemprov Lampung)
LAMPUNG – Ruas Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara, Kota Metro mulai diperbaiki oleh jajaran Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal itu ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, pada Senin (11/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan sekaligus memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Perbaikan Jalan Pattimura dinilai penting karena ruas tersebut menjadi jalur strategis penunjang aktivitas perdagangan dan jasa, pendidikan, pertanian, hingga sektor UMKM dan kuliner di Kota Metro.
Pada 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan pembangunan melalui dua paket pekerjaan dengan total pagu anggaran mencapai Rp11,4 miliar dan panjang penanganan jalan sekitar 1,14 kilometer.
Khusus untuk ruas Jalan Pattimura, penanganan efektif dilakukan sepanjang 1,1 kilometer dengan anggaran Rp9,355 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton.
Wagub Jihan mengatakan pembangunan Jalan Pattimura merupakan aspirasi masyarakat yang telah lama dinantikan.
Dia menjelaskan, tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro saat ini telah mencapai 92,64 persen. Namun, ruas Jalan Pattimura tetap menjadi prioritas penanganan karena memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi.
Dengan dilakukannya perbaikan di ruas jalan pattimura, maka ditargetkan jalan mantap provinsi di Kota Metro mencapai 96,84 persen.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung pada 2026 secara progresif melakukan pembangunan jalan di seluruh kabupaten/kota di Lampung. "Meski alokasi anggaran untuk Kota Metro tidak sebesar daerah lain seperti Lampung Tengah dan Tulang Bawang, Pemprov tetap memberikan perhatian terhadap perbaikan infrastruktur di Kota Metro," kata Jihan.
Jihan juga mengingatkan kontraktor pelaksana agar menjaga kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan. Ia menyatakan seluruh anggaran yang dikontrakkan harus direalisasikan secara optimal dan transparan karena proses pengerjaan turut diawasi masyarakat.
“Kami minta kualitas pengerjaan benar-benar sesuai spesifikasi. Hampir seluruh pembangunan jalan provinsi saat ini menggunakan konstruksi rigid. Jangan sampai kualitasnya dibawah standar,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan