Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 07 MEI 2026 • 08:54 WIB

Itera Dipercaya UNESCO dalam Program Global SUSTAIN, Perkuat Infrastruktur Pesisir dari Ancaman Tsunami

Itera Dipercaya UNESCO dalam Program Global SUSTAIN, Perkuat Infrastruktur Pesisir dari Ancaman TsunamiItera dipercaya UNESCO dalam Program Global SUSTAIN. (Itera)

LAMPUNG - Komitmen Institut Teknologi Sumatera (Itera) dalam memperkuat ketahanan infrastruktur pesisir dari ancaman tsunami mendapat dukungan internasional.

Melalui program SUSTAIN (Strengthening Tsunami-Resilient Infrastructure) yang digagas Pusat Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami, Itera dipercaya terlibat dalam inisiatif global yang terhubung dengan UNESCO melalui kerangka kerja Intergovernmental Oceanographic Commission (UNESCO-IOC).

Kepala Pusat Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami Itera, Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu, mengatakan dukungan internasional tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas dan kontribusi Itera dalam pengembangan ilmu mitigasi bencana berbasis infrastruktur kritis.

“Program ini menunjukkan bahwa Itera tidak hanya berkontribusi di tingkat nasional, tetapi juga dipercaya dalam agenda global untuk penguatan ketahanan infrastruktur pesisir terhadap tsunami,” ujar Prof. Harkunti, dilansir dari laman resmi Itera, Kamis (7/5/2026).

Program SUSTAIN diajukan kepada UNESCAP Trust Fund for Tsunami, Disaster and Climate Preparedness dan menjadi bagian dari implementasi UN Decade of Ocean Science for Sustainable Development 2021–2030.

Baca juga: Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi Megathrust, Gandeng Unila dan TNI Kembangkan Sistem Peringatan Tsunami

Inisiatif ini juga terintegrasi dengan sistem peringatan dini tsunami global, seperti Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (IOTWMS) dan Pacific Tsunami Warning System (PTWS).

Menurut Prof. Harkunti, latar belakang program ini tidak terlepas dari meningkatnya kerentanan infrastruktur kritis di wilayah pesisir, serta masih terbatasnya panduan teknis dalam desain dan pengelolaan infrastruktur tahan tsunami.

“Kerusakan infrastruktur akibat tsunami dapat memicu dampak berantai yang luas, mulai dari gangguan transportasi, energi, hingga layanan dasar. Karena itu, dibutuhkan pendekatan berbasis sains yang terintegrasi,” jelasnya.

Dalam program ini, Itera berperan sebagai implementing partner utama dengan kontribusi pada pengembangan kerangka penilaian risiko, pelaksanaan studi lapangan pada infrastruktur pesisir termasuk bandara serta penyusunan pedoman teknis dan pelaksanaan kegiatan capacity building.

Baca juga: Pendaftaran SMMPTN-Barat 2026 Resmi Dibuka! 4 Mei–11 Juni, Tersedia 41 Prodi di Itera

Program SUSTAIN menargetkan penyusunan pedoman mutakhir dalam penilaian risiko dan desain infrastruktur tahan tsunami, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan negara anggota. Manfaat program ini diharapkan dapat menjangkau 28 negara anggota IOTWMS dan 46 negara anggota PTWS.

Keterlibatan Itera dalam program ini juga memperkuat kolaborasi lintas negara dan sektor dengan melibatkan institusi akademik dari Indonesia, Jepang, dan Sri Lanka, organisasi internasional, pemerintah, operator infrastruktur, hingga komunitas pesisir.

Partisipasi negara berkembang dan Small Island Developing States (SIDS) seperti Timor Leste dan Vanuatu turut memperkuat dimensi inklusivitas serta pertukaran pengetahuan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Itera Dipercaya UNESCO dalam Program Global SUSTAIN, Perkuat Infrastruktur Pesisir dari Ancaman Tsunami

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!