Minggu, 28 JUNI 2026 • 11:36 WIB

Kisah Yusuf, Anak Petani di Lampung Lulus Kuliah 3 Tahun 4 Bulan Berkat Jalur PMPAP Unila

Author

Yusuf Arifin. (Unila)

LAMPUNG – Keterbatasan ekonomi tak pernah menghentikan mimpi Yusuf Arifin untuk meraih pendidikan tinggi. Putra pasangan petani asal Lampung itu berhasil menyelesaikan kuliah di Program Studi Ilmu Komputer Universitas Lampung (Unila) hanya dalam waktu 3 tahun 4 bulan melalui Program Kelulusan Tepat Waktu (KTW).

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kisah inspiratif pada Wisuda Unila Periode VI Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Unila, Sabtu (27/6/2026).

Yusuf merupakan mahasiswa yang diterima melalui Program Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP), jalur khusus dalam Seleksi Mandiri Universitas Lampung (Simanila) yang ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Sejak kecil, Yusuf terbiasa menyaksikan kedua orang tuanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga membuat biaya kuliah menjadi tantangan besar.

Namun, semangat kedua orang tuanya untuk terus menyekolahkan anak menjadi motivasi terbesar bagi Yusuf untuk tidak menyerah.

Baca juga: 966 Mahasiswa Diwisuda, Unila Kini Telah Cetak 147.739 Alumni

Kesempatan lolos melalui jalur PMPAP menjadi titik balik dalam hidupnya. Bantuan pendidikan yang diterima membuatnya bisa fokus belajar tanpa harus terus memikirkan beban biaya kuliah.

"Dari awal saya memang pengen lulus cepat supaya orang tua enggak terlalu lama mikirin biaya kuliah. Alhamdulillah ada PMPAP, jadi saya bisa lebih fokus belajar. Saya cuma mikir, kesempatan ini jangan disia-siain. Orang tua sudah berjuang, masa saya enggak sungguh-sungguh," kata Yusuf.

Target Lulus Cepat Demi Meringankan Orang Tua

Yusuf Arifin bersama kedua orang tuanya. (Unila)

Sejak semester pertama, Yusuf menetapkan target menyelesaikan kuliah secepat mungkin. Ia disiplin mengatur waktu, mengambil mata kuliah secara terencana, dan konsisten menyelesaikan seluruh kewajiban akademik.

Usahanya membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan studi hanya dalam 3 tahun 4 bulan, lebih cepat dibanding masa studi normal jenjang sarjana.

Bagi Yusuf, gelar sarjana bukan akhir perjuangan. Ia ingin segera bekerja agar dapat membantu perekonomian keluarga sekaligus membalas pengorbanan kedua orang tuanya.

Baca juga: Kisah Adit, Peserta Tunarungu Asal Lampung yang Semangat Ikuti UTBK 2026 di Unila

Orang Tua Tak Menyangka Anaknya Menjadi Sarjana

Kebahagiaan juga dirasakan Sukarman, ayah Yusuf, yang sehari-hari bekerja sebagai petani.

Ia mengaku tak pernah membayangkan anaknya mampu menyelesaikan pendidikan tinggi dalam waktu singkat.

"Kami cuma petani, penghasilan juga kadang cukup kadang enggak. Dulu yang penting anak bisa sekolah dulu, enggak kepikiran sampai jadi sarjana. Alhamdulillah ada bantuan dari Unila lewat PMPAP, jadi Yusuf bisa kuliah sampai lulus. Kami senang sekali, semoga ilmunya bermanfaat dan dia bisa punya masa depan yang lebih baik," ujarnya.

PMPAP Buka Kesempatan Anak Berprestasi dari Keluarga Prasejahtera

Kisah Yusuf menjadi gambaran nyata bagaimana Program Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan (PMPAP) membuka peluang bagi anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Melalui program tersebut, Universitas Lampung memberikan kesempatan yang lebih setara bagi calon mahasiswa agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang dalam meraih cita-cita.

Di balik toga yang dikenakan Yusuf saat wisuda, tersimpan perjuangan panjang seorang anak petani yang membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan kesempatan yang tepat mampu mengubah masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Unila

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU