Minggu, 05 JULI 2026 • 19:24 WIB

Badan Geologi Tegaskan Video Erupsi Gunung Anak Krakatau dari Kapal adalah Hoaks

Author

Tangkapan layar video hoaks yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau. 

LAMPUNG - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan video yang beredar di media sosial dan diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dari atas kapal bukan merupakan rekaman erupsi yang terjadi saat ini.

Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut dinyatakan hoaks atau tidak benar. Masyarakat diminta tidak mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

"Beredar di media sosial sebuah video yang diklaim memperlihatkan erupsi Gunung Anak Krakatau yang direkam dari atas kapal. Setelah dilakukan verifikasi, video tersebut bukan merupakan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi saat ini, sehingga informasi tersebut merupakan hoaks (tidak benar)," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, dalam keterangan tertulisnya melalui laman resmi Badan Geologi.

Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Siaga Level III, Warga Dilarang Dekati Radius 3 Km

Video Viral Bukan Rekaman Erupsi Terbaru

Berdasarkan data pemantauan, Gunung Anak Krakatau mengalami dua kali erupsi sejak statusnya dinaikkan menjadi Level III (Siaga), yakni pada:

2 Juli 2026 pukul 14.05 WIB

3 Juli 2026 pukul 11.50 WIB

Status Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III Siaga. (Badan Geologi Kementerian ESDM.)

Badan Geologi menegaskan seluruh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya disampaikan melalui kanal resmi PVMBG, Badan Geologi, dan MAGMA Indonesia.

Isu Radius Bahaya 5 Km Juga Tidak Benar

Selain video viral, beredar pula informasi yang menyebut radius bahaya Gunung Anak Krakatau mencapai 5 kilometer.

Badan Geologi menegaskan informasi tersebut tidak benar. Hingga saat ini, rekomendasi resmi pada status Level III (Siaga) tetap menetapkan radius 3 kilometer dari pusat erupsi sebagai kawasan yang harus dikosongkan.

Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang beraktivitas di dalam radius tersebut demi keselamatan.

Baca juga: Karantina Lampung Lepas Ekspor 14 Ribu Ton PKE ke Selandia Baru Senilai Rp20 Miliar

Imbauan Resmi Badan Geologi

Dalam rekomendasi teknis Level III (Siaga), Badan Geologi mengimbau:

  • Masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
  • Warga di wilayah pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang dan tidak mempercayai isu yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami.
  • Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD serta memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia.

Badan Geologi kembali mengingatkan masyarakat agar selalu mengacu pada informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang beredar tanpa dasar yang jelas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badan Geologi

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU