Sabtu, 04 JULI 2026 • 11:05 WIB

BPS: Tingkat Hunian Hotel di Lampung Naik Jadi 44,38 Persen pada Mei 2026

Author

Ilustrasi hotel di Lampung. (Pemprov Lampung)

LAMPUNG – Sektor pariwisata di Provinsi Lampung menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat hunian hotel berbintang dan jumlah tamu yang menginap meningkat sepanjang Mei 2026, seiring naiknya mobilitas masyarakat dan aktivitas kunjungan ke daerah.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan capaian tersebut berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Lampung yang dirilis pada 1 Juli 2026.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Lampung mencapai 44,38 persen pada Mei 2026, naik 1,92 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 42,46 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, TPK juga meningkat 1,44 poin.

"Naiknya tingkat hunian hotel berbintang menjadi indikator bahwa aktivitas pariwisata dan perjalanan di Lampung terus bergerak positif. Semakin banyak kamar hotel yang terisi menunjukkan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan wisata, bisnis, maupun kegiatan pemerintahan," ujar Ganjar.

Baca juga: Okupansi Hotel Berbintang Lampung Maret 2026 Naik Jadi 36,94%, Tertinggi dalam Beberapa Bulan Terakhir

Hotel Bintang 4 dan 5 Catat Tingkat Hunian Tertinggi

Ganjar menjelaskan, tingkat hunian tertinggi masih terjadi pada hotel berbintang 4 dan 5 yang mencapai 53,23 persen.

Sementara itu, hotel berbintang 3 mencatat tingkat hunian sebesar 40,06 persen, sedangkan hotel berbintang 1 dan 2 mencapai 36,58 persen.

Hotel nonbintang juga menunjukkan tren positif dengan tingkat hunian sebesar 26,74 persen, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Ganjar, kenaikan tingkat hunian di seluruh kategori hotel menunjukkan pertumbuhan sektor pariwisata mulai dirasakan lebih merata.

Lebih dari 113 Ribu Tamu Menginap di Hotel Lampung

Selain tingkat hunian yang meningkat, jumlah tamu hotel juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Selama Mei 2026, sebanyak 113.309 tamu tercatat menginap di hotel berbintang di Provinsi Lampung. Jumlah tersebut terdiri dari 112.424 wisatawan domestik dan 885 wisatawan mancanegara.

Baca juga: Pariwisata Lampung 2025 Tumbuh Pesat, Ekonomi Naik Tapi Hunian Hotel Masih Rendah

Angka itu meningkat 12.158 tamu atau 12,02 persen dibandingkan April 2026.

Hotel berbintang 4 dan 5 menerima tamu terbanyak, yakni 44.636 orang, disusul hotel bintang 3 sebanyak 41.018 tamu, serta hotel bintang 1 dan 2 sebanyak 27.655 tamu.

Kenaikan terbesar terjadi pada hotel bintang 4 dan 5 yang bertambah 5.736 tamu atau naik 14,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Mayoritas tamu yang menginap masih berasal dari wisatawan domestik. Hal ini menunjukkan bahwa pasar wisata nusantara masih menjadi penopang utama sektor perhotelan di Lampung," kata Ganjar.

Lama Menginap Sedikit Turun, Ekonomi Tetap Bergerak

BPS mencatat rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 1,27 hari, sedikit lebih rendah dibandingkan April yang mencapai 1,30 hari.

Wisatawan mancanegara rata-rata menginap selama 2,37 hari, sedangkan wisatawan domestik 1,26 hari.

Ganjar menilai penurunan tipis tersebut bukan menunjukkan pelemahan sektor pariwisata, melainkan menggambarkan karakter perjalanan yang cenderung singkat, terutama untuk kepentingan bisnis, pemerintahan, maupun wisata akhir pekan.

"Yang terpenting bukan hanya lamanya tamu menginap, tetapi meningkatnya jumlah kunjungan ke Lampung. Semakin banyak orang datang, maka semakin besar pula perputaran ekonomi yang terjadi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Baca juga: BPS: Kereta Api Masih Jadi Moda Transportasi Favorit Warga Lampung

Data BPS Jadi Acuan Pengembangan Pariwisata

Ganjar menambahkan, data statistik dari BPS menjadi dasar penting bagi Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata.

Data tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi tren kunjungan wisatawan, memperkuat promosi destinasi, meningkatkan kualitas layanan, hingga mendorong investasi di sektor pariwisata.

Menurutnya, meningkatnya tingkat hunian hotel dan jumlah tamu yang menginap menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah karena berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, serta pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Lampung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BPS

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU