Penumpang saat hendak masuk ke dalam kereta api di Stasiun Tanjung Karang. (KAI Tanjung Karang.)
LAMPUNG – Kereta api masih menjadi moda transportasi favorit masyarakat di Provinsi Lampung. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, hampir separuh perjalanan penumpang pada Mei 2026 dilakukan menggunakan kereta api.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan jumlah penumpang yang berangkat menggunakan kereta api dari Stasiun Tanjung Karang pada Mei 2026 mencapai 92.457 orang atau sekitar 49,64 persen dari total penumpang yang menggunakan moda transportasi darat, laut, dan udara di Lampung.
"Data BPS memperlihatkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian. Selain jumlah penumpangnya paling besar, angkanya juga terus meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api semakin baik," ujar Ganjar, Kamis (2/7/2026).
Ilustrasi jalur kereta api. (Unsplash/Niloy Kumar)
Ganjar menjelaskan, dibandingkan April 2026 jumlah penumpang kereta api meningkat 7,77 persen, sedangkan dibandingkan Mei 2025 naik 24,69 persen.
Tak hanya jumlah penumpang, total jarak perjalanan juga mengalami peningkatan menjadi 13,18 juta kilometer, atau tumbuh 33,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menurutnya, tren tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai moda yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Baca juga: KA Rajabasa Upgrade ke Ekonomi Premium Mulai 4 Juli 2026, Perjalanan Lampung–Palembang Makin Nyaman
Selain melayani mobilitas penumpang, angkutan kereta api juga tetap menjadi tulang punggung distribusi logistik di Lampung. Selama Mei 2026, volume barang yang diangkut melalui Stasiun Tanjung Karang mencapai 2,46 juta ton, meningkat 4,13 persen dibandingkan April 2026.
Sementara itu, aktivitas transportasi laut melalui Pelabuhan Bakauheni menunjukkan dinamika berbeda. Jumlah penumpang kapal ferry yang berangkat tercatat 47.174 orang, turun 8,31 persen dibandingkan April 2026. Meski demikian, jika dibandingkan Mei tahun lalu, jumlah tersebut masih meningkat 8,49 persen.
Di Pelabuhan Panjang, aktivitas bongkar muat barang tetap menunjukkan tren positif. Barang yang dimuat mencapai 2,85 juta ton, sedangkan barang yang dibongkar melonjak menjadi 2,28 juta ton, atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya.
"Lonjakan aktivitas bongkar barang di Pelabuhan Panjang menjadi salah satu indikator bahwa distribusi logistik dan aktivitas perdagangan masih berjalan dengan baik. Pergerakan barang seperti ini penting karena berkaitan langsung dengan pasokan kebutuhan masyarakat maupun aktivitas industri di daerah," kata Ganjar.
Baca juga: 5 Proyek Infrastruktur Lampung Diusulkan ke DPR RI, Salah Satunya Pembangunan Jalur Kereta Api
Pada sektor transportasi udara, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Radin Inten II tercatat 46.613 orang, turun 10,13 persen dibandingkan April 2026. Sementara penumpang yang datang mencapai 41.919 orang, atau turun 2,97 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan