LAMPUNG - Mahasiswa internasional yang mengikuti program Coastal and Tropical Infrastructure Development International Course (COSTROP-ID) Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera) membangun infrastruktur ramah lingkungan berbasis limbah plastik di Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan empat program studi di FTIK Itera, yakni Teknik Sipil, Arsitektur, Arsitektur Lanskap, dan Teknik Perkeretaapian.
Melalui penerapan permeable ecobrick composite blocks, mahasiswa internasional bersama dosen, mahasiswa Itera, pemerintah desa, dan masyarakat berkolaborasi membangun infrastruktur sederhana yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pembangunan desa berkelanjutan.
Kolaborasi Global untuk Kampus Berdampak
Kegiatan bertajuk Community-Based Implementation of Ecobrick Composite Blocks for Sustainable Infrastructure Development in Batanghari Ogan Village menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Kepala Desa Batanghari Ogan, Indra Gunawan, mengapresiasi keterlibatan sivitas akademika Itera dan mahasiswa internasional dalam mendukung pembangunan desa.
Baca juga: 742 Calon Mahasiswa Lolos SMMPTN-Barat 2026 di Itera, Ini Jadwal Registrasi Ulang
Menurutnya, kolaborasi tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan desa.
Koordinator Program Studi Teknik Sipil Itera, Dr. Eng. Rahmat Kurniawan, mengatakan mahasiswa internasional tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
"Kami ingin mahasiswa internasional memahami bagaimana ilmu ketekniksipilan diterapkan untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat. Sementara mahasiswa Itera memperoleh pengalaman kolaborasi global yang penting dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa depan," ujarnya.
Baca juga: Isi Libur Sekolah dengan Belajar Astronomi, OAIL Itera Ajak Anak-anak Jelajahi Planet dan Bintang
Gabungkan Teknologi, Arsitektur, dan Keselamatan Transportasi
Selain praktik lapangan, kegiatan juga diisi dengan sejumlah seminar yang mengangkat berbagai aspek pembangunan berkelanjutan.
Program Studi Teknik Sipil menggelar seminar Sustainable Infrastructure Using Permeable Ecobrick Composite Blocks, sementara Program Studi Arsitektur membahas Village Landmark Design for Sustainable Public Spaces.
Di sisi lain, Program Studi Teknik Perkeretaapian memberikan edukasi mengenai keselamatan melalui seminar Safety Awareness at Railway Level Crossings.
Usai seminar, peserta melakukan pemasangan permeable ecobrick composite blocks, penanaman vegetasi, serta penataan lanskap lingkungan bersama masyarakat.
Baca juga: Mengenal Taman Cendawan Itera, Pusat Edukasi dan Konservasi Fungi di Sumatera
Dorong Model Infrastruktur Berkelanjutan
Melalui kolaborasi tersebut, FTIK Itera menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pelibatan mahasiswa internasional dalam penyelesaian persoalan lingkungan di tingkat desa diharapkan mampu melahirkan model pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran Itera sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: