LAMPUNG - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyatakan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci masa depan daerah.
Hal tersebut disampaikan gubernur saat menghadiri ramah-tamah bersama guru di Lampung Tengah.
Dalam acara yang diikuti sekitar 1.700 guru dari berbagai jenjang, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan dan perlindungan terhadap guru.
Gubernur menceritakan pengalaman masa kecilnya yang tumbuh dalam keluarga pendidik dan hidup di lingkungan para guru. Dari kisah itu, ia menegaskan profesi guru adalah pekerjaan penuh ketulusan dan pengorbanan.
"Saya melihat sendiri bagaimana guru mengajar dengan cinta dan kesabaran, meski gaji tak seberapa. Tapi Allah angkat derajat anak-anaknya," kata Mirza.
Dia mengungkap data menarik dari 48 kepala dinas di Provinsi Lampung, 22 di antaranya merupakan anak dari guru. Di DPRD Lampung, sekitar 20 anggotanya juga berasal dari keluarga pendidik. "Ini bukti keberkahan profesi guru," ujarnya.
Gubernur kemudian menyinggung visi "Indonesia Emas 2045" yang diyakini membuat Indonesia menjadi salah satu negara terkaya di dunia.
Namun, Gubernur mengingatkan bahwa kekayaan itu tidak otomatis membuat masyarakatnya sejahtera jika kualitas SDM tertinggal.
"Jangan sampai saat Lampung Tengah kaya, SDM kita masih miskin. Itu sebabnya Presiden Prabowo memprioritaskan pembangunan SDM," ucap Gubernur.
Dia menegaskan saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan perbaikan sekolah, pembangunan sekolah rakyat, sekolah Garuda, hingga rencana sekolah terintegrasi.
Selain itu, pemerintah pusat sedang menyiapkan skema penyeragaman pembayaran guru dari TK hingga SMA agar tidak ada lagi kesenjangan.
Gubernur juga memastikan telah menyiapkan Peraturan Gubernur untuk memperkuat perlindungan guru di lapangan.
Ia mengaku memahami keluhan guru terkait intimidasi atau oknum tertentu yang mengganggu proses belajar di sekolah.
"Awal tahun Pergub perlindungan guru akan selesai. Tidak boleh ada lagi yang mengganggu guru saat mengajar," ujarnya.
Gubernur menyoroti tantangan besar pendidikan Lampung, yaitu peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi 26 nasional dan terendah di Sumatra. Menurutnya, pendidikan menjadi faktor terbesar penurunan IPM, terutama karena biaya sekolah yang masih dirasa mahal.
"Komite SMA akan kita nolkan. Tidak boleh ada lagi putus sekolah," jelas dia.
Baca juga: Pemprov Lampung Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Lewat Uji Kompetensi Guru
Dalam kesempatan itu, Gubernur kembali menegaskan amanah besar yang diemban para guru. "Ada 2,2 juta anak sekolah di Lampung. Itu berarti ada 4,4 juta orang tua yang menitipkan masa depan mereka di tangan 170.000 guru," ujarnya.
"Guru adalah penyambung doa para orang tua, Jika guru mengajar dengan cinta dan ketulusan, insya Allah anak-anak kita akan diangkat derajatnya," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: