Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 02 JULI 2026 • 11:53 WIB

Pesawaran Jadi Satu-satunya Daerah Belum Bebas Malaria, Pemprov Lampung Percepat Eliminasi

Pesawaran Jadi Satu-satunya Daerah Belum Bebas Malaria, Pemprov Lampung Percepat EliminasiIlustrasi gigitan nyamuk. (Unsplash)

LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat upaya eliminasi malaria dengan memfokuskan penanganan di Kabupaten Pesawaran, satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang hingga kini belum memperoleh status eliminasi malaria.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung Tahun 2026 yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual dari Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026).

Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengatakan, dari 15 kabupaten/kota di Lampung, sebanyak 14 daerah telah dinyatakan berhasil mengeliminasi malaria, sementara Kabupaten Pesawaran masih harus memenuhi sejumlah indikator yang dipersyaratkan.

"Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi bersama. Saya berharap seluruh lintas sektor dapat mengurai berbagai kendala di Kabupaten Pesawaran sehingga target eliminasi malaria dapat segera tercapai," ujarnya.

Baca juga: Kasus Malaria Masih Tinggi, Wagub Jihan Gerak Cepat Bentuk Tim Percepatan di Pesawaran

Pesawaran Masih Belum Penuhi Indikator Eliminasi

Pesawaran Jadi Satu-satunya Daerah Belum Bebas Malaria, Pemprov Lampung Percepat EliminasiWakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela. (Pemprov Lampung)

Jihan menjelaskan, meski Annual Parasite Incidence (API) di Kabupaten Pesawaran telah berada di bawah satu kasus per 1.000 penduduk, masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi.

Salah satunya adalah Slide Positive Rate (SPR) yang masih berada di angka 5,2 persen, sedikit di atas batas maksimal 5 persen yang dipersyaratkan.

Selain itu, Kabupaten Pesawaran juga masih mencatat adanya penularan malaria setempat (indigenous case) sehingga belum memenuhi syarat bebas penularan selama tiga tahun berturut-turut.

Sejumlah indikator lain yang juga menjadi perhatian meliputi kelengkapan pelaporan kasus, investigasi epidemiologi terhadap pasien positif, ketepatan waktu pelaporan, hingga dominasi parasit Plasmodium vivax yang masih menjadi penyebab utama malaria di wilayah tersebut.

Baca juga: Info Lengkap Dinas Kesehatan Provinsi Lampung: Alamat, Jadwal, dan Layanan

Kasus Malaria Lampung Masih Berfluktuasi

Menurut Jihan, jumlah kasus malaria di Lampung selama Januari hingga Juni 2026 masih mengalami fluktuasi.

Tercatat sebanyak 292 kasus pada Januari, turun menjadi 173 kasus pada Februari, kemudian kembali meningkat pada Maret dan April sebelum kembali menurun pada Mei dan Juni.

Ia menilai kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pesawaran Jadi Satu-satunya Daerah Belum Bebas Malaria, Pemprov Lampung Percepat Eliminasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!