Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 25 APRIL 2026 • 12:53 WIB

BAZNAS se-Lampung Siap Sinergi, Ekosistem Zakat Innovation Hub Jadi Pusat Keunggulan Berbasis Data

BAZNAS se-Lampung Siap Sinergi, Ekosistem Zakat Innovation Hub Jadi Pusat Keunggulan Berbasis DataIlustrasi membayar zakat.

LAMPUNG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama pimpinan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat yang lebih terarah, akuntabel, dan berbasis data.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Penais, Wakaf dan Zakat Kemenang Lampung, Makmur, dan Satuan Audit Internal (SAI) yakni Maulana Isnain dan Ernalia, serta tim Riset Zakat Center. Acara rakor yang digelar triwulan ini membahas isu-isu terkini tentang pengelolaan zakat, infak,dan sedekah (ZIS).

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain menegaskan pentingnya BAZNAS hadir di tengah-tengah masyarakat yang menunggu bantuan dari lembaga zakat. Untuk itu BAZNAS harus bergerak dengan masif yang dilengkapi dengan company profile sebagai wajah lembaga dalam membangun kepercayaan publik, serta peran PPID BAZNAS dalam memastikan keterbukaan informasi kepada publik.

Iskandar juga menyampaikan penguatan tata kelola zakat tidak hanya berfokus pada penghimpunan dan pendistribusian, tetapi juga pada aspek riset dan inovasi sebagai fondasi kebijakan yang berkelanjutan. "Kerja-kerja amil BAZNAS harus berdasarkan hasil riset, bukan asumsi pribadi atau kelompok atau golongan," kata dia. 

Baca juga: Daftar Lengkap Lembaga Amil Zakat (LAZ) Resmi di Lampung

Direktur Zakat Study Center Muhammad Syauqi Al Muhdhar memaparkan tujuan dan arah pengembangan riset zakat yang akan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan strategis.

"Riset ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan penguatan tata kelola zakat di daerah, sejalan dengan harapan Gubernur Lampung agar pengelolaan zakat di Lampung dapat berkembang menjadi rujukan yang lebih luas," kata mahasiswa doktoral Universitas Kebangsaan Malaysia.

Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pengembangan Ekosistem Zakat Innovation Hub, yang dirancang sebagai pusat keunggulan berbasis riset dan pemberdayaan.

Melalui inisiatif ini, zakat di Lampung diharapkan tidak hanya dikelola secara optimal, tetapi juga mampu berkembang menjadi “laboratorium zakat dunia” yang menghasilkan model-model pemberdayaan inovatif, terukur, dan dapat direplikasi di berbagai daerah.

Baca juga: Pertama di Indonesia, Baznas Lampung Hadirkan Program Gerakan Infak Pendidikan

Dia menjelaskan juga bahwa misi utama dari ekosistem ini adalah menyediakan data yang akurat, membangun ekosistem pelatihan lintas sektor, serta mengimplementasikan model pemberdayaan yang berkelanjutan.

Selain itu, aspek data dan riset kontemporer juga menjadi sorotan penting, di mana riset diharapkan mampu memandu strategi pemberdayaan sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan kurikulum program-program zakat.

Penyelenggaraan riset ditargetkan selesai tiga bulan itu, akan membuka kesempatan bagi BAZNAS kaabupaten dan kota menata kembali pengumpulan dan pendistribusian ZIS.

Selain itu, implementasi riset di tingkat daerah dan integrasi program antar BAZNAS kabupaten/kota. Hal ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan zakat tidak hanya sebagai instrumen sosial, tetapi juga sebagai kekuatan pemberdayaan ekonomi umat yang berbasis data dan inovasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Baznas Lampung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BAZNAS se-Lampung Siap Sinergi, Ekosistem Zakat Innovation Hub Jadi Pusat Keunggulan Berbasis Data

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!